Tenaga Surya Menyapa Perbukitan Gunung Silanu

Mahasiswa FT-UNM Hadirkan Irigasi Pintar untuk Lahan Hortikultura

Mahasiswa FT-UNM Hadirkan Irigasi Pintar untuk Lahan Hortikultura

 

Jeneponto, Upejs.co.id — Air adalah harapan di lahan perbukitan. Ketika matahari menjadi sumber tenaga, mahasiswa FT-UNM membawa teknologi yang bekerja tanpa banyak suara. Mereka datang bukan sekadar membawa program, tetapi cara baru agar tanah tetap hidup.

Bacaan Lainnya

Matahari yang selama ini hanya menyinari perbukitan Desa Gunung Silanu kini diberi tugas baru. Cahaya itu diubah menjadi tenaga untuk mengalirkan air ke lahan hortikultura.

Itulah yang dibawa Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Elektronika dan Komputer (Himanika) Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (FT-UNM). Sabtu (11/7/2026), mereka membuka program pengabdian masyarakat melalui seminar desa di Balai Kantor Desa Gunung Silanu, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto.

Program itu bernama Horti Smart System. Sebuah sistem irigasi pintar berbasis tenaga surya dengan penyiraman otomatis. Teknologi sederhana yang dirancang untuk menjawab tantangan lahan hortikultura di kawasan perbukitan yang selama ini bergantung pada cuaca dan keterbatasan air.

Seminar dihadiri Sekretaris Kecamatan Bangkala Sofyan, Kepala Desa Gunung Silanu Nasrullah, S.Pd.I., perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Karang Taruna, Kelompok Tani Jihad, para kepala dusun, serta masyarakat. Turut mendampingi tim mahasiswa, Dosen Pendamping PPK Ormawa Himanika FT-UNM, Ir. Fitrah A. Darmawan, S.Pd., M.Pd., IPM.

Mahasiswa menjelaskan cara kerja sistem, mulai dari pemanfaatan panel surya hingga mekanisme penyiraman otomatis yang dirancang lebih hemat energi dan efisien. Teknologi itu diharapkan mampu membantu petani menjaga produktivitas lahan tanpa bergantung sepenuhnya pada tenaga manual.

Ir. Fitrah A. Darmawan menegaskan bahwa teknologi tidak akan berarti tanpa keterlibatan masyarakat.

“Kami sangat mengharapkan partisipasi aktif dan bantuan dari seluruh lapisan masyarakat desa untuk bersama-sama menyukseskan kegiatan Tim PPK Ormawa Himanika FT-UNM 2026 ini,” ujarnya.

Kepala Desa Gunung Silanu, Nasrullah, menyambut baik program tersebut. Ia berharap seluruh unsur desa ikut menjaga dan mengawal pelaksanaannya agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kami berharap Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Karang Taruna dapat ikut mengawasi serta terlibat langsung di lapangan pada kegiatan mahasiswa ini,” katanya.

Harapan serupa disampaikan Sekretaris Kecamatan Bangkala, Sofyan. Menurutnya, kehadiran mahasiswa menjadi awal dari kerja sama yang lebih panjang antara perguruan tinggi dan masyarakat desa.

“Kami berharap masyarakat kemudian terlibat dengan maksimal dengan kegiatan mahasiswa kali ini. Harapan kami ke depan, tahun depan Tim PPK Ormawa Himanika FT-UNM dapat kembali berkontribusi untuk kembali mengembangkan program yang telah diinisiasi sebelumnya,” ujarnya.

Di Desa Gunung Silanu, perubahan tidak datang dengan gemuruh mesin. Ia hadir melalui panel surya, aliran air, dan kerja bersama. Ketika teknologi bertemu semangat masyarakat, lahan perbukitan memiliki peluang untuk tumbuh lebih hijau, lebih produktif, dan memberi harapan baru bagi masa depan pertanian Jeneponto.(rls)