Minyak Tawon dan Baju Bodo Jadi Primadona di Stan Dekranasda Makassar

Minyak Tawon dan Baju Bodo Jadi Primadona di Stan Dekranasda Makassar

MAKASSAR, UPEKS— Stan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar menjadi salah satu pusat perhatian pengunjung pada rangkaian Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Nasional ke-54 dan HUT Dekranas ke-46 yang berlangsung di Trans Studio Mall (TSM) Makassar, 9–12 Juli 2026.

Berbagai produk unggulan UMKM khas Makassar ditampilkan dalam pameran tersebut, mulai dari Minyak Tawon dengan kemasan eksklusif, Baju Bodo berbahan sutra, hingga aneka kerajinan lokal yang dikemas sebagai buah tangan khas Kota Daeng.

Bacaan Lainnya

Sekretaris Bidang Kemitraan Dekranasda Makassar, Sachiko, mengatakan salah satu inovasi yang dihadirkan tahun ini adalah Minyak Tawon berukuran 30 mililiter. Produk tersebut sengaja dikemas lebih kecil agar lebih praktis dijadikan oleh-oleh bagi para tamu dari berbagai daerah.

Menurutnya, selama ini Minyak Tawon yang beredar di pasaran umumnya menggunakan kemasan botol besar sehingga kurang praktis dibawa sebagai buah tangan.

“Biasanya kan yang tutup botol besar yang dijual di pasaran sebagai suvenir atau oleh-oleh khas Kota Makassar. Maka kami hadirkan yang tutup botol kecil, 30 mili, dengan desain khusus Kota Makassar. Ada logo Dekranasda dan PKK. Jadi ini bisa menjadi pilihan oleh-oleh baru,” kata Sachiko saat ditemui di Stan Dekranasda Makassar, Jumat (10/7/2026).

Inovasi tersebut mendapat respons positif dari para pengunjung. Sejak hari pertama pameran, hampir 100 botol Minyak Tawon kemasan mini telah terjual.

Banyak rombongan dari berbagai daerah membeli produk tersebut dalam jumlah cukup banyak karena dinilai lebih praktis dibawa pulang dibandingkan kemasan berukuran besar.

Bahkan, Minyak Tawon menjadi salah satu produk terlaris di stan Dekranasda Makassar sehingga panitia harus menambah stok setiap hari.

“Minyak Tawon sudah lebih 100. Itu salah satu best seller kami. Kemarin kami sudah restock lagi 100 botol. Jadi per hari kami restock 100 botol,” jelasnya.

Selain ukuran yang lebih praktis, produk tersebut juga tampil berbeda melalui desain kemasan yang dibuat khusus oleh Inkubator Kota Makassar. Kemasan ini dirancang untuk memperkuat identitas Kota Makassar sebagai daerah asal produk.

“Packaging-nya dikerjakan oleh Inkubator Kota Makassar. Jadi kami buat packaging sendiri supaya tetap ada identitas Kota Makassarnya dan dikemas kecil untuk jadi oleh-oleh,” tuturnya.

Minyak Tawon yang dipasarkan juga tersedia dalam dua varian tutup botol. Untuk kemasan bertutup putih, produk dapat dikonsumsi, sedangkan tutup merah hanya digunakan untuk pemakaian luar.
“Kalau yang tutup botol putih bisa diminum. Khasiatnya banyak, bisa untuk luka, sakit gigi, jerawat, bintitan, dan lain-lain,” kata Sachiko.

Minyak Tawon kemasan mini tersebut dipasarkan seharga Rp90 ribu per botol dan menjadi salah satu produk favorit pengunjung selama pameran berlangsung.

Selain Minyak Tawon, Baju Bodo juga menjadi produk yang banyak diburu pengunjung. Dekranasda Makassar menghadirkan pengrajin yang memperagakan proses pemasangan payet secara langsung sehingga pengunjung dapat menyaksikan proses pengerjaan busana tradisional khas Sulawesi Selatan tersebut.

“Baju Bodo kami hadirkan bersama pengrajinnya langsung yang mengadakan live payet. Jadi orang bisa merasakan experience langsung bagaimana orang memayet Baju Bodo,” ujarnya.

Baju Bodo yang dipamerkan menggunakan bahan sutra dengan harga berkisar Rp500 ribu hingga Rp1 juta per lembar. Sejak pembukaan pameran, lebih dari 30 lembar Baju Bodo telah terjual.

Sachiko mengatakan tingginya minat pengunjung terhadap Baju Bodo tidak terlepas dari momentum pelaksanaan HKG PKK Nasional. Sebab, busana tradisional tersebut menjadi salah satu pakaian yang dikenakan para peserta selama kegiatan berlangsung.

“Karena Baju Bodo merupakan salah satu seragam yang akan digunakan oleh ibu-ibu hari ini. Jadi mereka ke Makassar memang mencari Baju Bodo. Dari kemarin penjualannya cukup besar,” katanya. (jir)