Perkuat Representasi Indonesia Timur, GPN Dorong Anregurutta Nazaruddin Umar Pimpin PBNU

Perkuat Representasi Indonesia Timur, GPN Dorong Anregurutta Nazaruddin Umar Pimpin PBNU

Makassar,Upeks.co.id-– Gerakan Pemuda Nahdliyyin (GPN) atau Gerakan Pengawal Anregurutta Nazaruddin Umar menyatakan kesiapan untuk mengawal dan mendukung Nazaruddin Umar memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebagai Ketua Umum pada Mukhtamar yang akan dilaksanakan 1-5 Agustus 2026 mendatang.

Ketua GPN, Salman mengatakan, Anregurutta Nazaruddin Umar merupakan figur yang memiliki kapasitas dan rekam jejak yang lengkap untuk memimpin organisasi keagamaan terbesar di Indonesia.

Bacaan Lainnya

“Anregurutta memiliki pengalaman yang sangat lengkap. Beliau adalah birokrat, akademisi, ulama dengan kedalaman keilmuan yang diakui, serta memiliki jaringan internasional yang kuat. Modal kepemimpinan seperti ini sangat dibutuhkan PBNU untuk menghadapi tantangan zaman sekaligus memperkuat peran NU di tingkat nasional maupun global,” ujar Salman.

Menurutnya, selain memiliki kapasitas intelektual dan pengalaman pemerintahan, Anregurutta juga telah memenuhi salah satu syarat penting yang selama ini menjadi tradisi kepemimpinan di lingkungan NU, yakni memiliki dan membina pondok pesantren.

“Syarat utama menjadi Ketua Umum PBNU adalah memiliki basis kepesantrenan. Anregurutta telah memenuhi syarat tersebut. Beliau memiliki rekam jejak yang kuat dalam pengembangan pendidikan Islam dan pesantren, sehingga memiliki legitimasi moral, keilmuan, dan organisatoris untuk memimpin PBNU,” tambahnya.

Sementara itu, Penasehat GPN, Gus Taslim, yang juga Pimpinan Pondok Pesantren DDI Galesong Baru, menilai sudah saatnya NU memperkuat representasi kepemimpinan dari kawasan Indonesia Timur.

“NU sangat perlu menancapkan kekuatannya di luar Pulau Jawa. Anregurutta merupakan salah satu representasi terbaik dari wilayah Timur yang memiliki kapasitas nasional dan pengakuan internasional. Kepemimpinan beliau akan menjadi simbol bahwa NU adalah rumah besar bagi seluruh warga nahdliyyin dari Sabang sampai Merauke,” kata Gus Taslim.

GPN menilai kehadiran Anregurutta Nazaruddin Umar di pucuk kepemimpinan PBNU akan memperkuat konsolidasi organisasi, memperluas jejaring internasional NU, serta mendorong pemerataan pembangunan dan penguatan pesantren di seluruh Indonesia, khususnya di kawasan timur.

Sebagai gerakan yang lahir dari semangat menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dan memperkuat persatuan warga nahdliyyin, GPN menyatakan komitmennya untuk terus mengawal serta membangun komunikasi dengan berbagai elemen NU agar kepemimpinan PBNU ke depan semakin inklusif, visioner, dan mampu menjawab tantangan global tanpa meninggalkan tradisi keilmuan dan kepesantrenan yang menjadi jati diri Nahdatul Ulama. (***)