(Ketiga dari Kiri) Bapak Drs Ali Subekhan, M.A (Direktur Utama LAZWaf Al Azhar) LAZ Al Azhar, (Keempat dari Kiri) Bapak K.H. Tatang Komara, M.A. (Kepala Kantor Masjid Agung Al Azhar); (Kelima dari Kiri) Bapak Dr. K.H. Zahrudin Sulthoni, M.A. (Ketua YPI bidang Dakwah dan Sosial); Vivin Arbianti Gautama, Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah; (Keempat dari Kanan) Nazrul Namizan, Chief Sharia Agency Officer Prudential Syariah; saat meresmikan Satu Social Space — hub komunitas lintas generasi yang menjadi ruang kolaborasi, edukasi keuangan syariah, dan etalase UMKM di Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan (26/6).
JAKARTA, UPEKS – Bersamaan dengan peluncuran Program SIGAP, Prudential Syariah dan LAZ Al-Azhar turut meresmikan Satu Social Space (SSS) — sebuah hub komunitas lintas generasi yang ditempatkan permanen di kawasan Masjid Agung Al-Azhar. Lebih dari sekadar booth, ruang ini dirancang sebagai titik edukasi keuangan syariah, ruang kolaborasi UMKM, dan pusat literasi bagi masyarakat.
Satu Social Space menjadi ruang aksi yang bermanfaat bagi siapa saja: tempat bekerja bagi profesional dan pekerja lepas, etalase bagi UMKM termasuk penerima manfaat SIGAP untuk memasarkan hasil usahanya, ruang diskusi gratis bagi mahasiswa, titik konsultasi finansial bersama tenaga ahli Prudential Syariah, hingga pusat edukasi literasi keuangan syariah yang berkelanjutan.
(Keempat dari Kanan) Vivin Arbianti Gautama bersama jajaran YPI dan LAZ Al-Azhar saat mengunjungi Satu Social Space, ruang aksi lintas generasi yang menghadirkan layanan konsultasi finansial, edukasi literasi keuangan syariah, hingga ruang kolaborasi bagi mahasiswa, komunitas, dan UMKM binaan Al-Azhar di Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan (26/6).
Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama mengungkapkan, melalui Satu Social Space, pihak ingin memastikan bahwa perlindungan dapat berbentuk apa saja — mulai dari ruang untuk berdiskusi, panggung kecil bagi UMKM untuk tumbuh, hingga percakapan yang membantu seseorang merencanakan masa depan keluarganya.
“Inilah esensi dari Satu Yang Melindungi: perlindungan yang hadir di setiap ruang kehidupan keluarga Indonesia,” tandasnya.(rls)

