Kakanwil Kemenag Sulsel Kukuhkan Pengurus KKM MI Periode 2026–2029, Tekankan Kepemimpinan Berkarakter dan Inovatif

Kakanwil Kemenag Sulsel Kukuhkan Pengurus KKM MI Periode 2026–2029, Tekankan Kepemimpinan Berkarakter dan Inovatif

MAKASSAR, UPEKS— Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, mengukuhkan Pengurus Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKM MI) Provinsi Sulawesi Selatan periode 2026–2029 dalam kegiatan Pengukuhan Pengurus dan Rapat Kerja KKM MI Sulsel yang berlangsung di Hotel Arotel Smile Makassar, Selasa (23/6/2026).

Mengusung tema “Transformasi Kepemimpinan KKM MI untuk Madrasah yang Unggul, Inovatif, dan Berkelanjutan”, kegiatan ini menjadi momentum penguatan komitmen kepala madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah di Sulawesi Selatan.

Bacaan Lainnya

Dalam kegiatan tersebut, Arman, S.Pd.I dikukuhkan sebagai Ketua KKM MI Provinsi Sulawesi Selatan periode 2026–2029. Arman kembali dipercaya memimpin KKM MI Sulsel untuk periode kedua setelah terpilih melalui Musyawarah Wilayah (Musywil) KKM MI Sulsel yang dilaksanakan pada 12 April 2026.

Pengurus KKM MI Sulsel periode ini berjumlah 113 orang yang merupakan perwakilan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) dan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) se-Sulawesi Selatan. Usai pengukuhan, kegiatan dilanjutkan dengan rapat kerja untuk menyusun dan memantapkan program kerja organisasi dalam mendukung kemajuan madrasah.

Dalam sambutan dan arahannya, Kakanwil Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid, menyampaikan apresiasi kepada para Kepala Madrasah yang menjadi garda terdepan dalam mengelola lembaga pendidikan Islam.

“Menjadi kepala madrasah bukan tugas yang mudah. Dibutuhkan kesabaran, dedikasi, semangat, dan komitmen yang kuat agar madrasah terus berkembang dan memberikan layanan pendidikan terbaik bagi masyarakat,” ungkapnya.

H. Ali Yafid juga menegaskan pentingnya kebersamaan dan komunikasi antar kepala madrasah melalui wadah KKM MI. Menurutnya, organisasi tersebut harus menjadi ruang untuk saling menguatkan, berbagi inovasi, dan mencari solusi bersama dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan.

“KKM harus menjadi penggerak. Jangan berjalan sendiri-sendiri, bangun komunikasi, saling mendukung, dan hadirkan inovasi untuk memajukan madrasah,” pesannya.

Ia juga mengingatkan bahwa di tengah era digitalisasi, madrasah harus mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan, nilai keagamaan, dan pembentukan karakter peserta didik.

“Madrasah tidak hanya bertugas mencerdaskan anak-anak secara akademik, tetapi juga membangun iman, karakter, dan akhlak. Inilah peran besar madrasah dalam membangun peradaban,” ujarnya.

Kakanwil berharap pengurus KKM MI yang baru dapat menjadi teladan dalam kepemimpinan, disiplin, serta memberikan contoh nyata dalam menjalankan tugas.

“Jadilah teladan. Sebelum mengajak orang lain melakukan kebaikan, tunjukkan terlebih dahulu melalui sikap dan tindakan. Dengan niat yang ikhlas dan komitmen yang kuat, Insya Allah madrasah akan semakin maju, bermutu, dan mendunia,” tutupnya.

Melalui pengukuhan dan rapat kerja ini, KKM MI Sulsel diharapkan semakin solid menjadi mitra strategis Kementerian Agama dalam mewujudkan madrasah yang unggul, inovatif, berkarakter, dan berkelanjutan.(*)