Pemprov Sulsel dan Kodam Hasanuddin Teken Kerja Sama Penanganan Banjir di Luwu Utara

Pemprov Sulsel dan Kodam Hasanuddin Teken Kerja Sama Penanganan Banjir di Luwu Utara

MAKASSAR, UPEKS.co.id— Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Kodam XIV/Hasanuddin resmi menjalin kerja sama dalam upaya penanganan bencana banjir di Kabupaten Luwu Utara.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Kamis (11/6/2026).

Bacaan Lainnya

Penandatanganan dilakukan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Jufri Rahman dan Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, serta disaksikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman.

Gubernur Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, kerja sama tersebut merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan TNI, untuk mempercepat penanganan bencana, sekaligus memastikan masyarakat terdampak memperoleh bantuan dan pelayanan secara optimal.

Menurutnya, keterlibatan Kodam XIV/Hasanuddin akan memperkuat pelaksanaan tanggap darurat di lapangan hingga ke tingkat Komando Distrik Militer (Kodim).

Dengan dukungan tersebut, proses penanganan bencana diharapkan dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi.

“Kerja sama ini merupakan wujud kepedulian dan komitmen bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam percepatan penanganan bencana agar dapat terlaksana secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” kata Andi Sudirman.

Ia menambahkan, kolaborasi antara Pemprov Sulsel dan Kodam XIV/Hasanuddin diyakini mampu memberikan dampak positif terhadap percepatan penanganan banjir yang melanda Luwu Utara.

Selain mendukung proses tanggap darurat, sinergi tersebut juga diharapkan mempercepat pemulihan wilayah pascabencana.

“Kita yakin seluruh proses tanggap darurat dapat terlaksana dengan baik sehingga masyarakat yang terdampak dapat merasa lebih aman dan terbantu,” katanya.

Andi Sudirman berharap kerja sama itu semakin memperkuat upaya pemerintah dalam melindungi masyarakat sekaligus mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekonomi warga yang terdampak banjir.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir yang terjadi di Kabupaten Luwu Utara berdampak kepada 3.685 kepala keluarga atau 13.114 jiwa. Selain itu, sebanyak 3.685 unit rumah dilaporkan terdampak akibat bencana tersebut. (eky)

Pos terkait