Bantaeng, Upeks.co.id — Di bawah langit Pantai Seruni yang cerah, tawa dan semangat para lansia Kabupaten Bantaeng mengisi tribun. Mereka bukan sekadar menghadiri peringatan Hari Lansia Nasional ke-30, tapi juga merayakan pengalaman hidup, karya, dan kontribusi yang tak ternilai bagi daerahnya.
Di tengah riuh sorak-sorai, Ny. Gunya Paramasukhaputri, Ketua TP. PKK Bantaeng, menyapa setiap peserta dengan hangat, menegaskan bahwa usia hanyalah angka—sementara semangat dan produktivitas tidak pernah menua.
Senin (8/6) menjadi hari yang istimewa bagi lansia se-Kabupaten Bantaeng. Tribun Pantai Seruni dipenuhi wajah-wajah berseri yang datang untuk merayakan Hari Lansia Nasional ke-30. Peringatan tahun ini mengusung tema “Lansia Terawat, Indonesia Bermartabat; Lansia Sehat untuk Indonesia yang Berdaya”, menekankan pentingnya kesejahteraan fisik, mental, dan sosial lansia.
Ny. Gunya Paramasukhaputri, Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Penasehat Himpunan Lansia Sayang Bunda Kabupaten Bantaeng, hadir memimpin rangkaian kegiatan. Kehadirannya tidak sekadar simbolis; ia menjadi saksi dan pendukung bagi semangat para lansia yang terus aktif dalam berbagai kegiatan sosial, olahraga, dan kesehatan.
H. Muhammad Tafsir, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng, mewakili Bupati, mengingatkan pentingnya menghargai para lansia. “Mereka adalah aset sosial yang kaya pengalaman dan karya. Kehadiran mereka sejalan dengan visi Bantaeng Bangkit, Maju, dan Religius,” ujarnya. Pesan ini mendapat sambutan hangat dari peserta, yang merasa pengabdian mereka selama bertahun-tahun diakui.
Ketua Lansia Kabupaten Bantaeng, Hj. Andi Sinasari, menekankan bahwa lansia tetap memiliki peran aktif. “Usia hanyalah angka. Kami tetap produktif, aktif, dan ingin terus berkontribusi,” katanya. Ia juga menyampaikan kebutuhan akan dukungan layanan kesehatan, senam rutin, dan koordinasi yang lebih intens dari instansi terkait seperti Dinas PMD, Dinas Kesehatan, dan rumah sakit.
Acara ini juga dihadiri jajaran Forkopimda, Kepala OPD, Ketua BAZNAS, Camat, Lurah, dan para anggota Lansia Sayang Bunda. Dari pertemuan ini, terjalin rasa kebersamaan yang hangat, sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat Bantaeng: menghormati lansia adalah menghargai sejarah dan masa depan daerah.(*)

