Bantaeng, Upeks.co.id — Di tengah panas terik siang Bantaeng, wajah-wajah penuh antusiasme antre di RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu. Mereka datang bukan hanya untuk perawatan estetika, tapi juga untuk belajar merawat kulit dengan aman dan benar.
Aroma obat dan antiseptik bercampur hangatnya sinar matahari menemani aktivitas di RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu Bantaeng, Jumat (5/6).
Di salah satu sudut rumah sakit, antrean panjang warga siap mendapatkan layanan peeling wajah gratis yang digelar oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng.
Ketua TP PKK, Gunya Paramasukhaputri, membuka kegiatan ini dengan senyum hangat. Ia menyapa setiap peserta dan menekankan bahwa kesehatan kulit bukan sekadar soal penampilan, tetapi juga kualitas hidup.
“Kulit yang sehat memengaruhi kenyamanan dan rasa percaya diri. Melalui bakti sosial ini, kami tidak hanya memberikan layanan estetika, tapi juga edukasi perawatan kulit yang aman,” ujarnya.
Kegiatan ini lahir dari sinergi berbagai pihak. Dari Departemen Dermatologi, Venereologi, dan Estetika Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, hingga Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia Cabang Makassar, semua bersatu untuk memberikan layanan terbaik.
Dokter-dokter spesialis dengan cekatan melakukan peeling, sambil sesekali memberikan tips perawatan dan memperingatkan bahaya skincare abal-abal.
Di sela-sela prosedur medis, terdengar riuh tanya jawab. “Boleh pakai krim ini tidak?” seorang peserta bertanya, dan dokter dengan sabar menjelaskan risiko iritasi dan kerusakan kulit akibat produk yang tidak teruji.
Momen itu bukan hanya tentang wajah yang lebih cerah, tapi tentang pengetahuan yang menempel lebih lama daripada masker wajah semalam.
Antusiasme warga tak surut. Dari remaja hingga lansia, mereka memanfaatkan kesempatan langka ini untuk konsultasi dan perawatan kulit profesional. Di balik kegiatan bakti sosial ini tersimpan harapan besar: kolaborasi antara pemerintah, tenaga medis, institusi pendidikan, dan masyarakat bisa terus berlanjut, menebar manfaat lebih luas.
Saat matahari mulai condong ke barat, Gunya menutup kegiatan dengan pesan hangat. “Manfaatkan layanan ini sebaik-baiknya. Terima kasih kepada panitia dan tenaga medis yang telah berdedikasi. Semoga kegiatan seperti ini bisa menjadi awal dari gerakan peduli kulit yang berkelanjutan di Bantaeng.”
Di hari itu, lebih dari sekadar kulit yang diperbaiki, kesadaran akan pentingnya merawat diri dan menjaga kesehatan mulai tumbuh di setiap senyum peserta yang meninggalkan rumah sakit.(*)

