Pegadaian Bagi 200 Paket Sekolah di Pesisir Luwu, Menanam Harapan untuk Generasi Emas

Pegadaian Bagi 200 Paket Sekolah di Pesisir Luwu, Menanam Harapan untuk Generasi Emas

Makassar, Upeks.co.id — Di sebuah madrasah sederhana di pesisir Lamasi Pantai, Luwu, ratusan anak menerima tas dan perlengkapan sekolah baru. Bagi Pegadaian, bantuan itu bukan sekadar bingkisan. Ia adalah investasi kecil untuk masa depan, sekaligus pesan bahwa pendidikan dan kebiasaan menabung harus tumbuh sejak dini.

Suasana berbeda terasa di Madrasah Ibtidaiyah (MI) 25 Lamasi Pantai, Desa Lamasi Pantai, Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu, Rabu, 10 Juni 2026. Sebanyak 200 siswa kelas 1 hingga kelas 3 menerima bingkisan perlengkapan sekolah dari PT Pegadaian Area Palopo.
Program bertajuk “Gold Generation – Berbagi Senyum dan Semangat Belajar untuk Generasi Emas” itu merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan yang dijalankan PT Pegadaian Kanwil VI SulselBarRa Maluku.
Bagi para siswa, bantuan itu hadir menjelang tahun ajaran baru. Bagi Pegadaian, kegiatan tersebut merupakan cara sederhana untuk memastikan semangat belajar tetap menyala di ruang-ruang kelas yang jauh dari pusat kota.
Kepala Departemen Gadai PT Pegadaian, Wahyudi, mengatakan program Gold Generation merupakan wujud kepedulian perusahaan kepada masyarakat. Sebagian manfaat yang diperoleh perusahaan, kata dia, harus kembali dirasakan oleh lingkungan sekitar.
“Kita berharap ini mendukung kegiatan belajar dan menjadi penyemangat bagi para siswa dalam menimba ilmu,” ujarnya.
Kegiatan itu juga menjadi ruang edukasi. Di hadapan orang tua siswa dan para guru, Wahyudi menjelaskan pentingnya menyiapkan biaya pendidikan sejak dini. Salah satu cara yang diperkenalkan adalah melalui tabungan emas Pegadaian.
Menurutnya, kenaikan harga emas dalam dua dekade terakhir menunjukkan bahwa menabung emas dapat menjadi instrumen perencanaan pendidikan jangka panjang.
“Kalau disiapkan sejak dini, nanti saat anak masuk SMA atau kuliah manfaatnya bisa dirasakan. Menabung dalam bentuk emas menjadi salah satu pilihan karena nilainya terus berkembang,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Pegadaian Area Palopo juga mensosialisasikan layanan tabungan emas kepada para orang tua siswa dan guru. Mereka yang belum memiliki rekening tabungan emas diberi kemudahan membuka akun secara gratis melalui aplikasi TRING by Pegadaian.
Pegadaian menekankan bahwa menabung tidak harus dimulai dengan nominal besar. Setoran dapat dilakukan sesuai kemampuan, mulai dari puluhan ribu rupiah.
Di sisi lain, program tersebut mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah dan pemerintah desa.
Kepala Desa Lamasi Pantai yang juga Ketua Yayasan Ar-Ridha, Mawardi Hermawan, mengapresiasi keputusan Pegadaian memilih MI 25 Lamasi Pantai sebagai penerima bantuan. Ia berharap kolaborasi serupa dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang.
“Semoga bantuan seperti ini tidak berhenti sampai di sini dan bisa menjangkau lebih banyak siswa pada masa yang akan datang,” katanya.
Rasa syukur juga disampaikan Kepala MI 25 Lamasi Pantai, Rahman. Menurutnya, perhatian dunia usaha terhadap sekolah-sekolah di daerah menjadi energi tambahan untuk membangun pendidikan yang lebih baik.
“Ini menunjukkan bahwa sekolah kami mendapat perhatian. Kepedulian seperti ini penting untuk mendukung lahirnya generasi emas yang berkualitas,” ujarnya.
Di tengah riuh anak-anak yang membawa pulang tas dan perlengkapan sekolah baru, pesan yang ingin disampaikan Pegadaian tampak sederhana: pendidikan membutuhkan dukungan, dan masa depan yang baik dimulai dari langkah kecil yang dipersiapkan sejak hari ini.(rls)