Bisa Mulai Dari Rp10 Ribu, Reksa Dana Solusi Investasi untuk Investor Pemula

Bisa Mulai Dari Rp10 Ribu, Reksa Dana Solusi Investasi untuk Investor Pemula

MAKASSAR, UPEKS.co.id– Investasi sering terasa rumit bagi pemula. Bayangan modal besar dan risiko tinggi membuat banyak orang ragu memulai. Namun reksa dana bisa menjadi solusinya.

Laporan: Muhammad Aking

Bacaan Lainnya

Dewan Presidium Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI), Marsangap P. Tamba, menjelaskan, reksa dana merupakan wadah penghimpunan dana masyarakat yang dikelola manajer investasi profesional.

“Dana tersebut ditempatkan ke berbagai instrumen seperti pasar uang, obligasi, hingga saham. Investor tidak perlu mengelola sendiri karena semuanya ditangani ahli,” jelas Marsangap dalam acara Road to Pekan Reksa Dana, di Kantor OJK Sulselbar, Kamis (16/4/2026).

Yang menarik, kata Marsangap, modal awal reksa dana sangat terjangkau, bahkan bisa dimulai dari Rp10 ribu.

Lebih lanjut, Marsangap mengatakan bahwa reksa dana ibaratnya seperti satu paket investasi yang isinya beragam dan sudah diracik oleh ahlinya, sehingga peluang maupun risikonya bisa tersebar.

Marsangap menjelaskan, imbal hasil reksa dana berasal dari pergerakan Nilai Aktiva Bersih (NAB). NAB dihitung secara berkala oleh bank kustodian berdasarkan total aset dikurangi kewajiban.

Kemudian dari sisi biaya, reksa dana dinilai transparan karena seluruh komponen biaya telah tercantum dalam prospektus. Bahkan, sebagian biaya pengelolaan sudah langsung diperhitungkan dalam NAB.

Marsangap juga menyebutkan, keuntungan dari reksa dana bukan merupakan objek pajak secara langsung, sehingga memberikan efisiensi tambahan bagi investor.

Seiring perkembangan teknologi, akses terhadap reksa dana juga semakin mudah melalui berbagai platform digital. Masyarakat kini dapat melakukan transaksi kapan saja tanpa harus datang ke kantor layanan.

Kendati demikian, Marsangap mengingatkan masyarakat untuk memahami risiko investasi dan memastikan legalitas produk sebelum berinvestasi, sehingga bisa terhindar dari penawaran yang menyesatkan.

Sementara itu, Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin, peluang pertumbuhan pasar modal di Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya reksa dana masih sangat besar. Hal ini tercermin dari tren pertumbuhan investor pasar modal per Februari 2026.

Tercatat, jumlah investor reksa dana mencapai 569.610 SID per Februari 2026. Angka ini tumbuh sekitar 46% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Untuk saham tercatat 194.965 investor, juga tumbuh sekitar 46%, sementara SBN mencapai 22.263 investor dengan pertumbuhan sekitar 25%.

Secara nasional, jumlah investor reksa dana sudah mencapai sekitar 21–24 juta. Namun, dibanding total penduduk usia produktif yang mencapai 197,71 juta orang, angka tersebut masih sekitar 10%. Mayoritas investor berasal dari generasi muda, meski porsinya masih sekitar 12%.

Bisa Mulai Dari Rp10 Ribu, Reksa Dana Solusi Investasi untuk Investor Pemula
MATERI. Pemaparan materi tentang program pintar reksa dana dalam sosialisasi road to pekan reksa dana.

Dalam kesempatan tersebut, Manajer Senior Departemen Pengawasan Pengelolaan Investasi dan Pasar Modal Regional OJK, Bunga Wahyuni, hadir memperkenalkan Program Nasional PINTAR Reksa Dana.

Kehadiran program tersebut, kata dia, untuk mendorong investasi yang terencana dan berkelanjutan. Dimana terdapat dua pendekatan investasi, yakni Dollar Cost Averaging atau investasi berkala, serta lump sum atau investasi sekaligus. Keduanya dapat disesuaikan dengan tujuan dan profil risiko investor.

Selain itu, terdapat program khusus SiMUDA investasiku yang menyasar usia 18–30 tahun. Program ini didistribusikan melalui tujuh APERD perbankan, dan dikelola oleh manajer investasi nasional.

Produk yang ditawarkan mencakup reksa dana konvensional dan syariah, dengan profil risiko konservatif seperti pasar uang dan pendapatan tetap.

“Keunggulannya adalah kemudahan akses, biaya kompetitif, bahkan bebas biaya untuk skema tertentu, serta nominal investasi yang sangat terjangkau,” urai Bunga Wahyuni.

Ia juga mengimbau masyarakat, sebelum memutuskan untuk berinvestasi, harus lebih dulu memahami manfaat, biaya, dan risiko. Kemudian legalitas produk harus dipastikan, serta hindari penawaran dengan imbal hasil tidak masuk akal.

Reksa dana ke depannya diharapkan menjadi pintu masuk masyarakat untuk memulai investasi. Instrumen ini menawarkan kemudahan, risiko relatif rendah, dan akses luas. Bagi pemula, ini adalah langkah awal untuk membangun kebiasaan investasi yang sehat dan berkelanjutan. (*)

Pos terkait