GOWA, UPEKS– Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar kembali menggelar Sidang Terbuka Promosi Doktor bagi salah satu kandidat doktor dari Program Studi Dirasah Islamiyah Konsentrasi Pemikiran Islam. Promovendus Burhanuddin, S.Ag., M.Fil.I dijadwalkan menjalani ujian promosi doktor pada Rabu, 4 Februari 2026, pukul 10.00 WITA hingga selesai, bertempat di Gedung Pascasarjana Baru UIN Alauddin Makassar, Samata, Kabupaten Gowa.
Dalam sidang terbuka tersebut, Burhanuddin yang juga Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Gowa ini akan mempertahankan disertasinya yang berjudul “Implementasi Moderasi Beragama Kementerian Agama dan Implikasinya terhadap Perilaku Keagamaan di MAN Insan Cendekia Gowa.”
Penelitian ini mengkaji penerapan konsep moderasi beragama yang diusung Kementerian Agama serta dampaknya terhadap sikap dan praktik keberagamaan di lingkungan pendidikan menengah berbasis keagamaan.
Sidang promosi doktor ini akan dipimpin langsung oleh Prof. H. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D., selaku Rektor UIN Alauddin Makassar yang bertindak sebagai penguji sekaligus ketua sidang. Sementara itu, Prof. Dr. H. Abustani Ilyas, M.Ag., Direktur Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, akan bertindak sebagai penguji merangkap sekretaris sidang.
Turut hadir sebagai penguji eksternal adalah Dr. Farid F. Saenong, Ph.D., Staf Khusus Menteri Agama RI sekaligus dosen Universitas Islam Internasional Indonesia. Kehadiran penguji eksternal ini diharapkan memperkaya perspektif akademik dalam pengujian disertasi.
Adapun tim promotor yang membimbing promovendus terdiri dari Prof. Dr. KH. Hamzah Harun, Lc., M.A. sebagai promotor utama, didampingi Prof. Dr. Muhaemin Latif, M.Th.I., M.Ed. sebagai ko-promotor I, serta Dr. Abd. Fattah, M.Pd. sebagai ko-promotor II.
Selain itu, jajaran penguji utama yang akan memberikan pendalaman akademik dalam sidang ini antara lain Prof. Dr. H. Barsihannor, M.Ag., Dr. Nasriah., dan Prof. Dr. Abdullah Thalib,MA.
Sidang terbuka ini menjadi momentum akademik penting, tidak hanya bagi promovendus, tetapi juga bagi pengembangan kajian moderasi beragama di lingkungan pendidikan Islam. Tema yang diangkat dinilai relevan dengan upaya penguatan nilai-nilai toleransi, keseimbangan, dan keberagaman dalam praktik pendidikan keagamaan di Indonesia, khususnya di madrasah unggulan seperti MAN Insan Cendekia.
Keberhasilan sidang ini nantinya diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah sekaligus rekomendasi praktis bagi penguatan program moderasi beragama di lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama.(rls)

