Program Listrik Gratis Sambung Asa Nelayan di Manokwari

Program Listrik Gratis Sambung Asa Nelayan di Manokwari

 

 ARIS (44). Tidak pernah membayangkan sebelumnya. Akhirnya bisa memiliki listrik sendiri, sebagai korban bencana kebakaran di kompleks Borobudur tahun 2021 lalu. Ia bersama 18 kepala keluarga lainnya tinggal di daerah penampungan sementara di Desa Serma Suwandi, Kecamatan Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Sudah empat tahun ia dan warga lainnya hidup dengan berbagi listrik.

Bacaan Lainnya

Penghasilan Aris sebagai Nelayan tidak memberikan cukup uang untuk memasang listrik sendiri. Ditambah tinggal di penampungan, listrik ia peroleh dari satu kWh meter yang dibagi untuk 18 kepala keluarga, sehingga listrik yang digunakan berbagi itu kerap menimbulkan konflik antar warga karena kecemburuan dari pemakaian listrik yang berlebihan diantara warga yang lain.

Tapi itu dulu, kini Aris dan warga di lokasi penampungan akhirnya dapat menikmati listrik gratis berkat program bantuan Pemerintah. Melalui program strategis Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aris optimis keluarganya bisa menjalani hidup lebih baik dan mandiri.

“Dengan adanya bantuan listrik ini penerangan di dalam rumah untuk anak-anak bisa belajar dengan baik, bisa istirahat dengan nyaman, dengan tidak ada konflik-konflik seperti kemarin,” ujar Aris, Rabu (5/11/2025) seperti yang diterima dalam keterangan tertulis Kementerian ESDM Senin (1/12/2025).

Sambil bercerita kepada Tim Kementerian ESDM yang berkunjung ke rumahnya, tidak putus-putus Aris berucap Syukur dan berterima kasih atas bantuan Pemerintah.

“Saya mewakili  teman-teman di sini, kami sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo, Kementerian ESDM, yang sudah meringankan uluran tangan untuk membantu kami dengan bantuan meteran listrik gratis ini,” ujarnya berterima kasih.

Warga Kabupaten Manokwari lainnya, Anita Saibah (25) akhirnya juga bisa menikmati listrik sendiri di rumahnya. Sambil bercerita ia tak henti menatap lampu di ruang tamunya yang kini benar-benar menyala terang. Untuk pertama kalinya, rumah sederhana yang ia tempati memiliki aliran listrik sendiri. Sesekali senyum bahagia merekah di wajah Ibu dua anak yang tinggal di Desa Sowi, Kabupaten Manokwari Selatan.

“Senang sekali dapat meteran gratis. Sebelumnya kami pakai pelita,” ucapnya dengan mata berbinar.

Anita tak lupa menyampaikan rasa syukurnya kepada pemerintah atas bantuan yang diterimanya.

“Kami merasa bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Presiden, Menteri ESDM, dan PLN yang sudah membantu kami,” tuturnya penuh haru.

Secara nasional, program BPBL ditargetkan menyasar sekitar 215 ribu rumah tangga di seluruh Indonesia. Di Papua Barat, ada 4.550 rumah tangga yang akan tersambung listrik, dan khusus di Kabupaten Manokwari, sekitar 600 rumah ditargetkan rampung hingga akhir tahun ini.

Program BPBL dilaksanakan untuk mendukung Swasembada Energi sesuai Asta Cita Presiden Prabowo. Program ini merupakan prioritas Kementerian ESDM untuk mewujudkan akses listrik yang andal dan berkelanjutan di seluruh masyarakat. Program ini menjadi bagian penting dari langkah pemerintah menuju rasio elektrifikasi 100 persen,

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, Minggu (16/11/2025) di Papua Barat menyampaikan saat ini masih terdapat 5.700 desa dan 4.400 dusun di Indonesia yang belum teraliri listrik, seperti yang diterima dalam keterangan tertulis Kementerian ESDM Senin (1/12/2025). Untuk itu, program pemerataan elektrifikasi menjadi prioritas utama dalam mendukung agenda Astacita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam bidang energi dan transisi energi.

Selain mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan, Bahlil menekankan bahwa pemerataan akses energi sangat penting untuk memutar roda perekonomian dan bagian dari menjaga kedaulatan negara.

“Saya rencanakan percepatan elektrifikasi ini selesai pada 2027 untuk seluruh Papua Barat,” papar Bahlil.

Disampaikan Bahlil, hadirnya listrik akan mendorong teknologi ke sekolah-sekolah sehingga kelak akan melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa dari berbagai daerah di Indonesia.

“Tidak boleh lagi kita biarkan anak-anak kita masa depan bangsa tidak merasakan fasilitas yang layak untuk mereka bisa sekolah baik, bisa kesehatan baik, kemudian bisa ekonominya baik,” jelas Bahlil.

Program ini Gratis, apabila dilapangan ditemukan adanya pungutan liar, masyarakat dapat melakukan pengaduan mengenai program ini dapat menghubungi Contact Center ESDM 136. (RO/rls)