Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan, OJK Sulselbar Gelar FinEXPO 2025

Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan, OJK Sulselbar Gelar FinEXPO 2025

MAKASSAR, UPEKS.co.id– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FK-IJK) Sulselbar menggelar Financial Expo Bulan Inklusi Keuangan 2025 (FinEXPO 2025), di Atrium Trans Studio Mall Makassar, Sabtu (4/10/2025).

Kegiatan yang diikuti oleh 28 pelaku usaha jasa keuangan ini juga melibatkan sejumlah lembaga seperti Bank Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Selatan, dan Galeri Investasi.

Bacaan Lainnya

FinEXPO menjadi bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025 yang mengusung tema “Inklusi Keuangan untuk Semua, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”.

Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, mengatakan, penyelenggaraan FinEXPO merupakan bentuk nyata komitmen OJK dalam memperluas akses keuangan yang inklusif dan berkeadilan.

Muchlasin menegaskan pentingnya peran sektor keuangan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023, tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

“Peran OJK adalah mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah dengan menjaga stabilitas sektor keuangan, memperkuat literasi dan inklusi, memberikan pelindungan kepada konsumen, serta mendorong pengembangan ekonomi daerah melalui kemitraan terpadu,” kata Muchlasin.

FinEXPO 2025 dikemas dengan konsep edutainment untuk memberikan pengalaman interaktif bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, OJK berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menggunakan produk dan layanan keuangan yang legal semakin meningkat.

Sementara Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang turut hadir membuka kegiatan tersebut, mengapresiasi langkah OJK dalam menghadirkan FinEXPO 2025.

Menurut Appi, sapaan akrab Wali Kota, kegiatan ini menjadi momentum penting mempertemukan masyarakat dengan berbagai solusi dan produk keuangan yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan.

“FinEXPO bukan hanya sekadar pameran, tapi juga sarana edukasi dan konsultasi bagi masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola keuangan, berinvestasi, dan mempersiapkan masa depan yang lebih sejahtera,” terang Appi.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada OJK atas perannya menjaga stabilitas sektor jasa keuangan yang dinilai sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk bagi pelaku UMKM, petani, nelayan, dan pekerja formal.

Menurutnya, peningkatan literasi dan inklusi keuangan menjadi kunci agar masyarakat terhindar dari risiko investasi ilegal dan pinjaman daring tidak berizin. (eky)