Dinkes Makassar Dorong Kemandirian Kesehatan Melalui TOGA dan Akupresur

Dinkes Makassar Dorong Kemandirian Kesehatan Melalui TOGA dan Akupresur

Makassar, Upeks.co.id – Dinas Kesehatan Kota Makassar hari ini menyelenggarakan “Workshop Asuhan Mandiri Pemanfaatan TOGA dan Akupresur” di Makassar.

Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan asuhan mandiri kesehatan di masyarakat, dengan fokus pada pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan teknik akupresur.

Bacaan Lainnya

Workshop ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, M.Kes. Dalam sambutannya, dr. Nursaidah menyampaikan apresiasi kepada para narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan dan RS Tadjuddin Chalid UPF BKTM Makassar, serta seluruh peserta yang hadir.

Dr. Nursaidah menekankan pentingnya asuhan mandiri sebagai upaya kolektif untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyakit. “Dengan memanfaatkan potensi yang ada di sekitar kita, seperti tanaman obat keluarga, kita dapat menjadi lebih mandiri dalam menjaga kesehatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa TOGA adalah kumpulan tanaman berkhasiat obat yang ditata menjadi sebuah taman dengan nilai keindahan, sementara akupresur adalah teknik penekanan pada titik akupuntur menggunakan jari atau alat tumpul untuk perawatan kesehatan. Manfaat asuhan mandiri TOGA meliputi perbaikan status gizi keluarga, penambahan penghasilan, peningkatan kesehatan lingkungan, dan pelestarian tanaman obat serta budaya bangsa.

Lebih lanjut, dr. Nursaidah memaparkan beragam manfaat akupresur, seperti mengurangi stres dan kecemasan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meredakan nyeri otot dan sendi, melancarkan sirkulasi darah, mengatasi masalah pencernaan, meningkatkan kualitas tidur, meredakan migrain dan nyeri menstruasi, serta membantu peningkatan produksi ASI pada ibu nifas.
Dinas Kesehatan Kota Makassar telah mengalokasikan anggaran khusus untuk kegiatan workshop serupa yang ditujukan bagi pengelola kesehatan tradisional di puskesmas. Selain itu, puskesmas juga berperan aktif dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap praktik penyehat tradisional di wilayah kerjanya, dengan mencatat dan meregistrasi sekitar 20 penyehat tradisional.

“Kami juga akan membentuk kelompok asuhan mandiri TOGA dan Akupresur di puskesmas yang nantinya dapat disosialisasikan di lorong wisata yang ada di Kota Makassar,” tambah dr. Nursaidah.

Ia berharap melalui workshop ini, seluruh peserta dapat memahami lebih dalam tentang asuhan mandiri dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. “Mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan berbagi pengalaman, sehingga kita semua dapat menjadi lebih sehat dan produktif,” pungkasnya.

Dengan mengucap “Bismillahirrahmanirrahim”, dr. Nursaidah Sirajuddin secara resmi membuka Workshop Asuhan Mandiri Pemanfaatan TOGA dan Akupresur.(rls)