MAKASSAR, UPEKS.co.id — Kepolisian memastikan pengacara Rudy S Gany, tewas usai tertembak senjata senapan angin. Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, Kamis (2/1/2024).
Kombes Pol Didik mengatakan, dari keterangan dokter dan hasil autopsi, ada luka di bawah mata sebelah kanan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Kemudian peluru bersarang di tulang leher.
“Proyektil dibawah ke Labfor dan pihak Labfor menyatakan peluru itu merupakan peluru senapan angin, bukan senjata api. Peluru tersebut kaliber 8 milimeter. Sekarang masih dalam penyelidikan, kita juga masih pengejaran pelaku, “beber Didik.
Didik mengatakan, korban yang tertembak saat sedang makan bersama keluarganya itu, diduga senjata yang digunakan pelaku tersebut tidak ada izinnya.
“Diduga senjatanya ini tidak ada izinnya. Intinya sekarang masih dalam penyelidikan dan mengejar pelakunya, “kata Perwira Polri berpangkat tiga bunga ini.
Saat ini pun lanjut Didik Supranoto, sudah 11 orang diperiksa oleh penyidik Polres Bone. Kemudian Polres sudah membentuk tim gabungan yang di backup tim Polda Sulsel.
“Kita akan menjamin juga semua keamanan keluarga korban dan saksi-saksi di lokasi, “ujar Kombes Pol Didik Supranoto kepada wartawan.
Sebelumnya, Kasi Humas Polres Bone, Iptu Rayendra Muchtar mengatakan, pihak Labfor Polda Sulsel juga telah melakukan oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Labfor sudah olah TKP. Tim kami masih di TKP untuk melakukan rangkaian penyelidikan. Semoga pelakunya segera terungkap, “ucap Rayendra.
Diketahui, jenazah pengacara Rudy S Gani (49), menjadi korban penembakan di Kecamatan Lappariaja, Selasa (31/12/2024) pada saat bersama keluarganya menanti malam pergantian tahun baru 2025.
Istri almarhum, Hj. Maryam (45) saat ditemui wartawan di Dokpol Biddokkes Polda Sulsel, Jl Kumala, Makassar, menceritakan detik-detik kejadian yang menimpa suaminya.
Maryam menjelaskan, pada malam kejadian, ia dan suaminya sedang berkumpul bersama keluarga di rumah untuk makan malam sambil menunggu pergantian tahun.
“Ketika kami sedang makan bersama, tiba-tiba terdengar suara ledakan, dan suami langsung tergeletak di samping saya,” kata Maryam dengan suara bergetar.
Maryam mengaku tidak mengetahui pasti sumber ledakan tersebut, karena suasana di sekitar rumah cukup gelap.
“Di sekitar rumah gelap, ada mobil terparkir di depan, sehingga bagian belakang rumah juga redup. Kami tidak melihat siapa pun di luar,” akunya.
Awalnya, Maryam mengira suaminya hanya mengalami pecah pembuluh darah karena melihat darah keluar. Kejadiannya itu kata Maryam, antara jam 20.30 Wita dan 21.00 Wita.
“Saya sempat berpikir itu pecah pembuluh darah karena ada darah yang keluar. Namun, setelah saya bersihkan, saya baru sadar ada memar di samping hidungnya,” jelasnya.
Baru setelah dibawa ke puskesmas dan diperiksa oleh polisi, Maryam mengetahui bahwa suaminya ternyata menjadi korban penembakan. (Jay)

