Maros, Upeks– Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros melambat.
Plt Badan Pendapatan Daerah, Takdir mengatakan hingga 30 September capaian PAD baru mencapai 67 persen atau sekitar Rp170 miliar dari total target Rp268 miliar.
“Seharusnya secara normal itu tercapai 75 persen sehingga masih kurang 8 persen,” katanya.
Dia mengimbau OPD untuk memanfaatkan waktu 3 bulan terakhir ini agar PAD bisa mencapai 100 persen.
“Saat ini kita telah memasuki triwulan 4 artinya sisa kurang dari 3 bulan lagi kesempatan kita untuk mencari dan mengumpulkan PAD baik itu dari pajak yang dikelola oleh Bapenda maupun dari retribusi yang dikelola oleh delapan OPD,” ujarnya.
Sebab kata dia jika PAD tidak mencapai 100 persen maka akan mempengaruhi kemampuan belanja daerah di tahun depan,Takdir mengatakan ada lima OPD yang belum mencapai target.
Lima OPD tersebut adalah Bapenda, Dinas Pertanian, Dinas Pariwisata, Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan, dan Kopumdag.
Mantan Kadis Pendidikan itu mengatakan ada beberapa kendala yang dihadapui Bapenda dalam pengumpulan PAD. Seperti objek PBB yang belum mencapai target.
“Angkasa Pura belum memasukkan PBB-nya yang jumlahnya cukup besar sekitar Rp17 miliar, bulan November jatuh temponya, semoga bisa mengangkat capaian target dari Bapenda,” tuturnya.
Dinas Pertanian terkendala alat yang disewakan mengalami kerusakan.
Kemudian Dinas Pariwisata, hotel di kawasan Bantimurung tidak berfungsi karena rusak.
“Pemasukannya itu nol, tidak ada yang sewa itu hotel,” ujarnya.
Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan dikarenakan adanya regulasi perubahan undang-undang terkait pendapatan.
“Kalau Kopumdag, banyak tunggakan dari retribusi pasar,” tutupnya.
Sementara OPD yang mencapai terget adalah Dinas PUTRPP sebesar 81 persen. (alf)

