Unimerz Gelar Workshop Kurikulum, Matangkan Persiapan Operasional Fakultas Kedokteran

Unimerz Gelar Workshop Kurikulum, Matangkan Persiapan Operasional Fakultas Kedokteran

MAKASSAR, UPEKS.Co.id– Universitas Megarezky (Unimerz) terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan kedokteran yang berkualitas melalui pelaksanaan Workshop Kurikulum Persiapan Pendirian Program Studi Sarjana Kedokteran dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran, berlangsung di Kampus Universitas Megarezky, pada 5–6 Agustus 2026.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas terbitnya Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 897/B/O/2026 tentang izin pembukaan Program Studi Sarjana Kedokteran dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter di Universitas Megarezky.

Bacaan Lainnya

Workshop tersebut menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) sesuai dengan standar nasional pendidikan kedokteran.

Workshop menghadirkan narasumber yang berpengalaman di bidang pendidikan kedokteran, yakni dr. Liliana Sugiharto, M.S., PAK(K)., Dr. dr. Fen Tjih, M.Kes., dan dr. Andra Novitasari, M.Pd., FISPH., FISCM.

Rektor Universitas Megarezky, Prof. Dr. H. Anwar Ramli, S.E., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembukaan Fakultas Kedokteran merupakan amanah besar yang harus diiringi dengan kesiapan akademik yang matang.

“Workshop ini menjadi momentum penting untuk memastikan kurikulum yang disusun memenuhi standar nasional sekaligus mampu menghasilkan lulusan dokter yang profesional, berintegritas, dan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Pada hari pertama, workshop diawali dengan pemaparan materi oleh dr. Liliana Sugiharto, M.S., PAK(K). mengenai Kebijakan Nasional Pengembangan Kurikulum Pendidikan Kedokteran Berbasis Outcome-Based Education (OBE).

Materi tersebut membahas kebijakan nasional pendidikan kedokteran, Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti), Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI), Standar Nasional Pendidikan Profesi Dokter Indonesia (SNPPDI), konsep dan prinsip Outcome-Based Education (OBE), profil lulusan dan kompetensi dokter Indonesia, serta tantangan pendidikan kedokteran di era transformasi sistem kesehatan.

Selanjutnya, Dr. dr. Fen Tjih, M.Kes. menyampaikan materi mengenai Penyusunan Kurikulum Program Studi Sarjana Kedokteran dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Berbasis OBE. Dalam sesi ini dibahas penyusunan profil lulusan (Graduate Profile), Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), penyusunan Sub-CPL dan Learning Outcomes, constructive alignment, curriculum mapping, penyusunan struktur kurikulum dan distribusi SKS, integrasi pembelajaran ilmu dasar, ilmu klinik, dan kedokteran komunitas, serta penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis OBE.

Materi hari pertama ditutup oleh dr. Andra Novitasari, M.Pd., FISPH., FISCM. yang membahas Implementasi, Asesmen, Evaluasi, dan Penjaminan Mutu Kurikulum Berbasis OBE. Pemaparan tersebut meliputi implementasi kurikulum berbasis OBE, Student-Centered Learning (SCL), Problem-Based Learning (PBL), Team-Based Learning (TBL), Clinical Skills Learning (CSL), Early Clinical Exposure (ECE), Workplace-Based Assessment seperti Mini-CEX, DOPS, logbook dan portofolio, Objective Structured Clinical Examination (OSCE), evaluasi ketercapaian CPL, Continuous Quality Improvement (CQI), serta persiapan implementasi kurikulum menuju akreditasi LAM-PTKes.

Memasuki hari kedua, workshop menghadirkan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) sebagai bagian dari proses penyempurnaan kurikulum sekaligus memastikan kesiapan penyelenggaraan Program Studi Sarjana Kedokteran dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) sekaligus Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Megabuana, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Sulawesi Selatan, Direktur RS Sayang Rakyat, Kepala Puskesmas Tamangapa, Kepala Puskesmas Antang, Kepala Puskesmas Perumnas, serta berbagai rumah sakit pendidikan dan stakeholder lainnya.

Pada sesi tersebut, para stakeholder memberikan rekomendasi dan masukan terhadap penyempurnaan kurikulum, kesiapan penyelenggaraan pendidikan, serta pengembangan Program Studi Sarjana Kedokteran dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter.

Selain itu, dilakukan pula peninjauan terhadap kesiapan daya tampung mahasiswa, kelengkapan dokumen pendukung, serta kesiapan sarana dan prasarana pembelajaran, termasuk laboratorium, skills laboratory, serta jejaring rumah sakit dan puskesmas yang akan menjadi wahana pendidikan klinik.

Melalui workshop ini, Universitas Megarezky semakin memantapkan kesiapan akademik maupun nonakademik Fakultas Kedokteran dalam menghadirkan pendidikan kedokteran yang unggul, adaptif, dan berorientasi pada mutu.

Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, organisasi profesi, rumah sakit, puskesmas, dan berbagai stakeholder menjadi fondasi penting bagi UNIMERZ dalam mencetak dokter yang kompeten, profesional, berintegritas, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.(Rls)