Puncak HAN ke-42 di Enrekang, Anak Diberi Kepercayaan Mengembangkan Potensi dan Sampaikan Aspirasi

Puncak HAN ke-42 di Enrekang, Anak Diberi Kepercayaan Mengembangkan Potensi dan Sampaikan Aspirasi

 

ENREKANG, UPEKS.co.id — Puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Kabupaten Enrekang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Enrekang, Minggu (9/8/2026).

Bacaan Lainnya

 

Peringatan HAN tahun ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Pemerintah Kabupaten Enrekang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) memberikan ruang yang lebih luas kepada anak-anak untuk berkreasi, menyampaikan aspirasi, sekaligus mengembangkan potensi yang mereka miliki.

 

Mengusung tema “Melangkah Bersama Budaya, Mengukir Prestasi”, seluruh konsep kegiatan HAN ke-42 dipercayakan kepada anak-anak. Mereka diberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam merancang hingga melaksanakan berbagai kegiatan.

 

Rangkaian kegiatan HAN ke-42 di Kabupaten Enrekang di antaranya Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Anak, pembentukan Forum Anak tingkat kecamatan, sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak, serta pembentukan Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak.

 

Selain itu, digelar pula berbagai kegiatan yang menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat dan kreativitas, seperti lomba nyanyi solo tingkat SD, SMP dan SMA, lomba tari tradisional Sulawesi Selatan, lomba video edukasi penggunaan gadget, serta lomba permainan tradisional.

 

Kepala Bidang Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak DP3A Kabupaten Enrekang, Sumardin, SE, M.A.P., mengatakan momentum HAN menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk memberikan ruang seluas-luasnya kepada anak dalam mengeksplorasi seluruh kemampuan yang dimiliki.

 

“Di Hari Anak ini, DP3A Kabupaten Enrekang memberikan ruang kepada anak untuk mengeksplor seluruh kemampuannya, termasuk menyalurkan semua keinginan dan harapannya pada Musrenbang Anak,” kata Sumardin.

 

Menurutnya, konsep tersebut sengaja dibuat agar anak-anak tidak hanya menjadi peserta dalam setiap kegiatan, tetapi juga diberi kepercayaan untuk menentukan dan menjalankan kegiatan.

 

“Semua konsep kegiatan HAN ke-42 ini kita percayakan kepada anak-anak untuk melakukan, termasuk temanya ‘Melangkah Bersama Budaya, Mengukir Prestasi’. Kami dari DP3A tinggal memberikan support dan dukungan terhadap apa yang dilakukan anak-anak,” ujarnya.

 

Sumardin menjelaskan, pemberian ruang kepada anak untuk bermain, berekspresi dan mengembangkan kreativitas juga menjadi bagian penting dalam penilaian Kabupaten Layak Anak.

 

“Sesungguhnya konsep ini dalam rangka memberikan ruang atau waktu kepada anak untuk mereka bermain, karena itu masuk dalam cluster dalam penilaian Kabupaten Layak Anak,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, anak-anak juga diberikan kesempatan untuk tampil dan mengisi berbagai rangkaian acara pada puncak peringatan HAN. Salah satunya melalui penampilan seni dan budaya, termasuk musik bambu yang dimainkan oleh anak-anak.

 

“Pada momentum Hari Anak Nasional ini kita memberikan ruang sepenuhnya kepada anak, termasuk mengisi acara pada puncak peringatan Hari Anak Nasional. Ada beberapa penampilan, termasuk musik bambu yang dilakukan oleh anak,” tuturnya.

 

Menurut Sumardin, keterlibatan anak secara langsung dalam seluruh rangkaian kegiatan diharapkan dapat membangun rasa percaya diri, kemandirian dan kreativitas. Anak juga didorong agar berani menyampaikan gagasan serta aspirasinya dalam pembangunan daerah.

 

Dengan konsep tersebut, peringatan HAN ke-42 di Kabupaten Enrekang diharapkan tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi hak anak serta menciptakan lingkungan yang aman, ramah dan mendukung tumbuh kembang anak. (Sry)