MAKASSAR, UPEKS.co.id – DPD Perkumpulan Kontraktor Profesional Indonesia (PERKOPINDO) Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulsel serta Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI menggelar Gathering ProBuild INTIM 2026 di Auditorium JAMKRINDO, Jalan DR Ratulangi, Makassar, Senin (24/8/2026).
Kegiatan mengangkat tema “Bersinergi Membangun Kawasan Timur Indonesia” tersebut menjadi forum pertemuan berbagai pemangku kepentingan di sektor konstruksi, mulai dari pemerintah, asosiasi profesi, kontraktor, konsultan, developer, penyedia material dan alat berat, akademisi hingga praktisi jasa konstruksi.
Ketua DPD PERKOPINDO Sulsel, Abadi Gunawan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi sekaligus mendorong peningkatan profesionalisme pelaku usaha konstruksi.
Menurutnya, kontraktor merupakan profesi yang membutuhkan kompetensi dan profesionalisme, bukan sekadar pekerjaan atau bidang kerajinan.
“Kontraktor itu sebenarnya merupakan sebuah profesi. Selama ini masih ada yang menganggap kontraktor sebagai bidang seni atau kerajinan. Padahal, profesi ini berkaitan dengan pekerjaan profesional di bidang konstruksi,” kata Abadi.
Ia juga mengungkapkan rasa syukurnya karena dipercaya memimpin Asosiasi Kontraktor Profesional Indonesia (AKPI), organisasi yang disebutnya baru berdiri sekitar dua bulan.
“Kami berharap kehadiran asosiasi ini dapat mendorong profesionalisme para kontraktor di Indonesia,” ujarnya.
Abadi menambahkan, dalam rangkaian kegiatan tersebut juga akan digelar pameran infrastruktur selama 30 hari ke depan. Pameran itu diharapkan menjadi ruang bertemunya pelaku usaha konstruksi sekaligus memperkenalkan berbagai potensi dan perkembangan sektor infrastruktur.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Real Estat Indonesia (REI), Muhammad Arief Mone, menilai sektor properti memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, perkembangan suatu daerah salah satunya dapat dilihat dari pertumbuhan sektor properti. Hal itu tidak hanya mencakup pembangunan perumahan, tetapi juga apartemen, perkantoran, pusat perbelanjaan hingga sektor real estate lainnya.
“Industri properti merupakan salah satu lokomotif utama pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Khusus Sulsel, Arief menyebut sektor properti memiliki posisi penting karena menjadi salah satu motor penggerak pembangunan di kawasan Indonesia Timur.
Ia mengatakan kontribusi Sulsel dalam program pembangunan perumahan nasional juga cukup besar. Pada tahun lalu, realisasi pembangunan rumah subsidi di Sulsel disebut mencapai sekitar 23 ribu unit.
“Sulawesi Selatan memiliki peran strategis dalam pembangunan kawasan Indonesia Timur, termasuk melalui sektor properti dan perumahan,” ujarnya.
Melalui Gathering ProBuild INTIM 2026, para pelaku sektor konstruksi dan properti diharapkan dapat memperkuat kolaborasi untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur.(Jay)

