MAKASSAR, UPEKS – Rasa haru dan syukur menyelimuti wajah jemaah Kloter 01 Embarkasi Makassar saat kembali menginjakkan kaki di tanah air. Di balik perjalanan spiritual itu, mereka menyimpan cerita tentang pelayanan haji yang dinilai ramah, responsif, dan memuaskan.
Pelayanan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M kembali mendapat apresiasi dari jemaah. Salah satunya datang dari jemaah Kloter 01 Embarkasi Makassar (UPG), Nur Aminah Zul Fitri, asal Kabupaten Soppeng, yang mengaku merasakan pelayanan yang baik sejak berada di Tanah Suci hingga kembali ke tanah air.
Nur Aminah mengungkapkan rasa syukurnya setelah tiba kembali di Makassar usai menunaikan rangkaian ibadah haji.
“Alhamdulillah, akhirnya bisa sampai di Makassar dan perjalanannya lumayan baik,” ujarnya.
Menurutnya, selama menjalani ibadah haji, para petugas haji memberikan pelayanan yang ramah dan selalu siap membantu jemaah. Kehadiran petugas dinilai sangat membantu, terutama dalam memberikan arahan selama proses ibadah maupun perjalanan.
“Alhamdulillah semua petugas-petugas haji di sana ramah dan mengarahkan kita,” katanya.
Tidak hanya pelayanan petugas, Fitri juga mengapresiasi fasilitas akomodasi, transportasi, serta konsumsi yang diterima selama berada di Arab Saudi. Ia menilai seluruh kebutuhan jemaah terpenuhi dengan baik.
“Oh iya, makanannya sangat bagus dan terjamin,” tuturnya.
Saat ditanya mengenai kendala yang dihadapi selama pelaksanaan ibadah haji, Nur Aminah Zul Fitri mengaku tidak mengalami kesulitan berarti. Seluruh rangkaian perjalanan dan pelayanan berjalan dengan lancar.
“Tidak ada, alhamdulillah semuanya berjalan lancar,” ungkapnya.
Hal yang sama disampaikan H. Ruslam, pensiunan guru asal Soppeng.
“Alhamdulillah kami tidak pernah kekurangan makanan. Jika ada kendala, petugas juga cepat merespons,” ujar Ruslam.
Ruslam bersama istrinya menunaikan ibadah haji setelah menunggu sejak tahun 2011. Mereka mendaftar menggunakan tabungan hasil mengajar selama berprofesi sebagai guru.
Menurut Ruslam, layanan konsumsi, akomodasi, hingga ketersediaan air bersih selama berada di Makkah dan Madinah berjalan baik dan memadai.
“Biasanya kami mendengar berbagai keluhan dari tahun-tahun sebelumnya. Namun tahun ini, Alhamdulillah, hal-hal yang dulu sering dikeluhkan tidak kami alami,” katanya.
Ia juga mengapresiasi perhatian petugas kloter dan tim kesehatan yang aktif memantau kondisi jemaah, khususnya lanjut usia.
“Petugas rutin datang memeriksa kondisi kesehatan ke kamar. Kami merasa sangat diperhatikan,” tambahnya.
Selain itu, bimbingan ibadah dinilai berjalan optimal. Pembimbing ibadah rutin memberikan arahan, baik secara langsung maupun melalui grup WhatsApp.
“Setiap ada kegiatan penting selalu diberikan bimbingan sehingga jemaah merasa lebih tenang,” ujarnya.
Usai menuntaskan rangkaian ibadah haji, Ruslam berharap generasi muda dapat mendaftar haji lebih dini karena ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik.
“Kalau memungkinkan, sebaiknya mendaftar sejak usia muda karena ibadah haji membutuhkan kondisi fisik dan kesehatan yang prima,” pesannya.
UPG 01 juga menjadi salah satu kloter pertama yang dipulangkan ke Indonesia pada awal fase pemulangan jemaah haji 2026. Pemulangan kloter perdana ini dilepas langsung oleh Menteri Haji dan Umrah RI di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah. (*)

