PAREPARE, UPEKS.co.id – Penggunaan kendaraan listrik semakin menunjukkan keunggulannya sebagai moda transportasi masa depan.
Selain ramah lingkungan, kendaraan listrik juga menawarkan efisiensi biaya yang signifikan dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM).
Salah seorang pengguna kendaraan listrik, Rudiansyah, mengaku merasakan langsung manfaat penggunaan kendaraan listrik dalam aktivitas sehari-hari maupun perjalanan jarak jauh.
Kata dia, perjalanan rute Makassar–Parepare dapat ditempuh dengan biaya pengisian daya yang jauh lebih hemat dibandingkan kendaraan konvensional.
“Kalau isi daya sekitar Rp50 ribu, waktu pengisian hanya sekitar 10 sampai 15 menit. Tidak terlalu menyita waktu dan biaya operasionalnya jauh lebih hemat dibanding kendaraan berbahan bakar minyak,” ujar karyawan swasta yang berdomisili di Parepare ini.
Keuntungan lainnya, lanjut dia, pengguna kendaraan listrik kini tidak perlu khawatir saat melakukan perjalanan antarkota.
Karena katanya, kehadiran Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai daerah membuat mobilitas semakin nyaman.
Tidak hanya menyediakan fasilitas pengisian daya, PLN juga menghadirkan berbagai fasilitas pendukung di lokasi SPKLU. Mulai dari area istirahat yang nyaman, kursi pijat, televisi, hingga akses ke kafe dan restoran yang dapat dinikmati pengguna selama menunggu proses pengisian baterai.
“Pengguna bisa menikmati kopi, makanan ringan, bahkan makan bersama keluarga sambil menunggu kendaraan terisi. Di beberapa lokasi juga tersedia fasilitas ibadah sehingga pengalaman pengisian daya menjadi lebih nyaman,” ungkapnya.
Tim Leader Sales Retail, Arif Indra Wibowo menambahkan pengembangan SPKLU tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur pengisian daya, tetapi juga menciptakan ekosistem yang memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna kendaraan listrik.
“Saat ini jaringan SPKLU di wilayah kerja PLN UP3 Parepare telah tersebar di sejumlah daerah, mulai dari Parepare, Sidrap, Soppeng, Barru, Pangkep hingga Pinrang,” ungkap dia.
Dia juga menjelaskan, keberadaan jaringan tersebut menjadi tulang punggung mobilitas kendaraan listrik di kawasan Ajatappareng dan sekitarnya.
Selain itu, dengan biaya operasional yang lebih rendah, waktu pengisian yang semakin cepat, serta dukungan infrastruktur yang terus berkembang, kendaraan listrik kini menjadi pilihan yang semakin menarik bagi masyarakat.
“Kehadiran SPKLU yang nyaman dan mudah dijangkau diyakini akan mempercepat transisi menuju transportasi yang lebih hemat, modern, dan ramah lingkungan,” kunci dia. (Mimi)




