Aktuaris Tak Lagi Hanya di Asuransi, IAS 2026 di Makassar Dorong Profesi Tembus Berbagai Sektor

Aktuaris Tak Lagi Hanya di Asuransi, IAS 2026 di Makassar Dorong Profesi Tembus Berbagai Sektor

Makassar, Upeks.co.id — Lebih dari 1.000 peserta dari berbagai lembaga keuangan dan institusi hadir dalam 9th Indonesian Actuaries Summit (IAS) 2026 di Makassar. Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) menegaskan bahwa profesi aktuaris kini tak lagi terbatas di dunia asuransi dan dana pensiun, melainkan semakin dibutuhkan di perbankan, industri keuangan, hingga sektor strategis lainnya.

Kota Makassar menjadi pusat pertemuan para aktuaris, regulator, akademisi, dan pelaku industri keuangan nasional dalam gelaran Seminar Edukasi Keuangan dan 9th Indonesian Actuaries Summit (IAS) 2026 yang diselenggarakan Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI), 17-20 Juni 2026.

Bacaan Lainnya

Pembukaan IAS 2026 berlangsung di Hotel Gammara Makassar, Kamis (18/6/2026), menghadirkan sejumlah pembicara utama dari berbagai lembaga strategis, termasuk perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Ketua PAI dalam sambutannya mengungkapkan tingginya antusiasme peserta terhadap forum tiga tahunan tersebut. Tercatat sekitar 500 peserta hadir secara langsung, sementara 400 peserta lainnya mengikuti secara daring. Secara keseluruhan, jumlah peserta mencapai lebih dari 1.000 orang.

“Ini menunjukkan bahwa profesi aktuaris semakin mendapat perhatian luas dari berbagai sektor. Tidak hanya dari industri asuransi, tetapi juga dari lembaga keuangan, regulator, perguruan tinggi, dan sektor lainnya,” ujarnya.

Mengusung tema “Beyond Borders”, IAS 2026 ingin memperluas pemahaman masyarakat mengenai peran strategis aktuaris di era modern.

Menurut Ketua PAI, Paul Setio Kartono  FSAI, selama ini profesi aktuaris masih identik dengan pekerjaan klasik di sektor asuransi dan dana pensiun. Padahal, kompetensi aktuaris sangat relevan untuk berbagai bidang, mulai dari perbankan, manajemen risiko, investasi, teknologi keuangan, hingga pengambilan keputusan berbasis data.

“Sebagai aktuaris, sebenarnya kita bisa bekerja di mana saja. Selama ini persepsi publik masih terbatas pada asuransi dan dana pensiun. Melalui tema Beyond Borders, kami ingin menunjukkan bahwa profesi ini memiliki ruang yang jauh lebih luas,” katanya.

Ia juga menyampaikan rasa optimistis terhadap perkembangan profesi aktuaris di Indonesia. Bahkan, menurutnya, semakin banyak orang tua yang mulai melihat prospek cerah profesi ini dan mendorong anak-anak mereka untuk menempuh pendidikan aktuaria.

“Sekarang banyak anak dari kalangan regulator dan industri keuangan yang memilih kuliah aktuaria. Ini menunjukkan bahwa profesi aktuaris semakin dikenal dan diminati,” tambahnya.

Selain membahas perkembangan industri dan profesi aktuaria, IAS 2026 juga menjadi ajang diskusi mengenai transformasi profesi di tengah kemajuan teknologi. Dalam paparannya, Ketua PAI mengangkat konsep “Augmented Actuary”, yakni aktuaris yang mampu menggabungkan kemampuan analitis dengan pemanfaatan teknologi digital, kecerdasan buatan, dan data science.

Menurutnya, tantangan masa depan menuntut aktuaris tidak hanya memiliki kemampuan matematika dan statistik yang kuat, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi dan kebutuhan industri yang semakin kompleks.

PAI sendiri merupakan organisasi profesi aktuaris nasional yang berdedikasi memberikan pelayanan kepada masyarakat dan anggotanya sekaligus mendorong pertumbuhan profesi aktuaria di Indonesia.

Melalui IAS 2026, PAI berharap semakin banyak generasi muda mengenal profesi aktuaris sebagai salah satu profesi strategis yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan sektor keuangan nasional.

Pada kesempatan tersebut, PAI juga mengumumkan bahwa organisasi akan menggelar Kongres dan Rapat Anggota tiga tahunan pada September 2026 mendatang. Agenda tersebut akan menjadi forum evaluasi organisasi sekaligus pemilihan Ketua PAI periode berikutnya.

Dengan semakin luasnya kebutuhan akan pengelolaan risiko dan analisis data di berbagai sektor, PAI optimistis profesi aktuaris akan menjadi salah satu profesi kunci yang dibutuhkan Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi dan industri masa depan.(*)