Makassar, Upeks.co.id — Di sebuah ruang pelatihan di Makassar, 162 orang bersiap untuk pekerjaan yang tidak mudah. Mereka akan mendatangi pelaku usaha, mengetuk pintu-pintu, dan mencatat denyut ekonomi yang sesungguhnya. Dari tangan mereka, data tentang Indonesia akan dimulai.
Sebanyak 162 petugas lapangan mengikuti Pelatihan Petugas Lapangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) Gelombang II yang berlangsung di Hotel Aerotel Smile, Makassar. Kegiatan tersebut turut didukung oleh 6 instruktur daerah dan 12 panitia guna memastikan seluruh rangkaian pelatihan berjalan optimal.
Pelatihan dilaksanakan melalui dua metode, yakni secara daring (online) dan tatap muka. Skema ini diterapkan untuk memperkuat pemahaman petugas terhadap konsep, metodologi, serta teknis pelaksanaan sensus sebelum turun ke lapangan.
Kegiatan dibuka oleh pejabat fungsional ahli madya bps provinsi Sulsel, Bina Sulistiana yang mewakili kepala BPS Provinsi Sulawesi selatan yang menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh petugas lapangan yang akan menjadi ujung tombak pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Dalam sambutannya, Bina menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda strategis nasional yang hasilnya akan menjadi dasar dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan dan pengembangan ekonomi di Indonesia.
“Kualitas data sangat ditentukan oleh petugas di lapangan. Ketelitian dan kejujuran akan menjadi fondasi utama agar tercipta data yang terpercaya,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya konsistensi petugas dalam menjalankan tugas pendataan. Menurutnya, konsistensi yang baik akan menghasilkan data yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, para petugas diingatkan untuk memastikan tidak ada pelaku usaha yang terlewatkan selama proses pendataan berlangsung. Kualitas pendataan harus tetap terjaga agar data yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi yang sebenarnya.
Bina juga berpesan agar petugas selalu menunjukkan sikap santun, sabar, dan komunikatif saat berinteraksi dengan masyarakat maupun pelaku usaha. Dengan pendekatan yang baik, diharapkan proses pendataan dapat berjalan lancar dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat.
Pelatihan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan petugas lapangan agar mampu menjalankan tugas secara profesional serta menghasilkan data ekonomi yang akurat, lengkap, dan berkualitas untuk mendukung pembangunan nasional.(Awl)

