Ekonomi Sulsel Tumbuh 6,88%, Pengangguran Turun dan Kualitas Kerja Meningkat

Ekonomi Sulsel Tumbuh 6,88%, Pengangguran Turun dan Kualitas Kerja Meningkat

MAKASSAR, UPEKS.co.id— Perekonomian Provinsi Sulawesi Selatan pada triwulan I 2026 tumbuh sebesar 6,88% secara tahunan (yoy). Pertumbuhan ini tidak hanya mencerminkan kinerja ekonomi yang kuat, tetapi juga diikuti peningkatan penyerapan tenaga kerja dan perbaikan kualitas pekerjaan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan, Aryanto, mengatakan, capaian tersebut menunjukkan kondisi ekonomi daerah yang tetap solid di tengah dinamika yang ada. “Provinsi Sulawesi Selatan tumbuh sebesar 6,88% (y-on-y),” kata Aryanto di Kantor BPS Sulsel, kemarin.

Bacaan Lainnya

Pada periode tersebut, perekonomian Sulsel menghasilkan nilai tambah sebesar Rp191,28 triliun atas dasar harga berlaku. Sejalan dengan itu, jumlah penduduk bekerja mencapai sekitar 4,75 juta orang atau meningkat sekitar 170,90 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi kualitas pekerjaan, terjadi perbaikan yang ditandai dengan meningkatnya proporsi pekerja penuh waktu menjadi 62,49%, naik sekitar 5,05 poin persentase.

Sementara itu, tingkat setengah pengangguran turun menjadi 6,17% dari sebelumnya 8,05%, yang menunjukkan pergeseran menuju pekerjaan yang lebih stabil dan produktif.

Struktur ekonomi Sulsel masih ditopang oleh sektor pertanian, perdagangan, industri pengolahan, dan konstruksi. Sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan kontribusi sebesar 23,71%.

Selain itu, sektor ini juga menjadi penyerap tenaga kerja terbesar, yakni sekitar 34,06% atau setara 1,62 juta orang.

Secara nasional, Sulsel masuk dalam enam besar provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada triwulan I 2026, melampaui sejumlah provinsi besar seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan DKI Jakarta. Kontribusi Sulawesi Selatan terhadap perekonomian nasional tercatat sebesar 3,10%.

Pemprov Sulsel di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berbasis sektor riil.

Penguatan sektor pertanian, hilirisasi komoditas unggulan, serta peningkatan konektivitas infrastruktur menjadi strategi utama dalam menjaga daya tahan ekonomi daerah.

Menurut Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Sulawesi Selatan, Syamsul, capaian ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus menjaga momentum pertumbuhan agar tetap berkualitas dan inklusif, dengan memperkuat program yang berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan produktivitas.

Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan dinilai tidak hanya tinggi secara angka, tetapi juga berkualitas karena diikuti peningkatan penyerapan tenaga kerja dan perbaikan struktur pekerjaan.

Ke depan, konsistensi kebijakan berbasis sektor riil, penguatan ekonomi desa, serta perluasan kesempatan kerja akan menjadi kunci untuk menjaga tren positif tersebut sekaligus mempercepat transformasi ekonomi daerah. (eky)