Di Pulau Kecil Itu, Orang-Orang Datang Membawa Cangkul dan Gotong Royong

Di Pulau Kecil Itu, Orang-Orang Datang Membawa Cangkul dan Gotong Royong

Pangkep, Upeks.co.id — Pagi di Pulau Gondong Bali berjalan pelan. Angin laut datang dari kejauhan. Orang-orang keluar rumah membawa parang, sapu lidi, dan cangkul. Mereka menuju pemakaman tua di ujung kampung. Tidak ada yang memerintah dengan keras. Mereka datang karena merasa kampung itu milik bersama.

Semangat gotong royong masih hidup di Pulau Gondong Bali, Desa Mattiro Matae, Kecamatan Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkep. Jumat pagi, (22/5/2026), warga kembali berkumpul dalam kegiatan Jumat Bersih yang rutin digelar pemerintah desa bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Bacaan Lainnya

Langit cerah. Udara laut terasa lembab. Di pemakaman umum kampung itu, rumput liar mulai dipotong satu per satu. Ada yang mengangkat sampah. Ada yang membersihkan jalan kecil di sekitar makam. Sebagian warga merapikan semak yang mulai menutupi area kuburan.

Tidak banyak bicara. Mereka bekerja bersama seperti orang-orang yang sudah lama saling mengenal.

Perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan masyarakat larut dalam pekerjaan yang sama. Tidak ada jarak antara aparat dan warga. Semua memegang alat kerja. Semua berkeringat di tanah yang sama.

Kepala Desa Mattiro Matae, Rizal Idris, mengatakan kegiatan Jumat Bersih menjadi agenda rutin yang terus dijaga pemerintah desa bersama masyarakat Pulau Gondong Bali.

Menurutnya, kegiatan itu bukan sekadar membersihkan lingkungan. Ada hal lain yang ingin dirawat: kebersamaan.

“Kegiatan ini rutin dilaksanakan bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan masyarakat Pulau Gondong Bali. Selain menjaga kebersihan lingkungan agar tetap bersih, asri dan sehat, kegiatan ini juga bertujuan mempererat silaturahmi antara pemerintah desa dan warga serta menumbuhkan semangat gotong royong,” ujarnya.

Di pulau kecil seperti Gondong Bali, kebersihan bukan hanya soal sampah. Ia adalah cara warga menjaga tempat tinggal mereka tetap nyaman untuk anak-anak tumbuh dan orang tua menjalani hari tua.

Karena itu, area pemakaman pun ikut dibersihkan. Warga percaya tempat peristirahatan terakhir harus tetap terawat. Rumput tidak boleh terlalu tinggi. Jalan setapak tidak boleh tertutup semak.

Kegiatan Jumat Bersih itu juga menjadi ruang pertemuan sederhana bagi warga. Mereka bercanda sambil bekerja. Sebagian berbicara tentang hasil laut. Sebagian lain membahas cuaca dan musim angin.

Pemerintah Desa Mattiro Matae berharap kegiatan seperti itu terus menjaga kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Di pulau yang dikelilingi laut itu, gotong royong masih berjalan pelan tetapi tetap hidup. Dan setiap Jumat pagi, warga datang lagi membawa sapu, parang, dan rasa memiliki terhadap kampung mereka sendiri.(sah)