MAKASSAR, UPEKS — Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Makassar kembali mengukir prestasi di kancah nasional dan internasional dengan meraih sejumlah medali emas dan perak pada ajang Youth National Science Fair (YNSF) dan Youth International Science Fair (YISF) 2026 yang berlangsung di Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 6–9 April 2026.
Kompetisi riset ini diikuti 520 tim dari 16 negara, antara lain Thailand, Hong Kong, India, Amerika Serikat, Vietnam, Mesir, Turki, Korea Selatan, Islandia, Singapura, Rusia, Brasil, China, Filipina, Uni Emirat Arab, dan Indonesia.
Pada YNSF 2026, tim MAN 2 Kota Makassar berhasil meraih medali emas melalui karya berjudul “Automatic Smart Door Berbasis IoT Sebagai Anti Maling”.
Sementara pada YISF 2026, siswa MAN 2 Kota Makassar kembali menorehkan prestasi dengan meraih tiga medali emas dan empat medali perak dari berbagai kategori penelitian inovatif.
Kepala MAN 2 Kota Makassar, Darmawati; menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian para siswanya.
“Alhamdulillah, prestasi ini merupakan buah dari kerja keras, kolaborasi, serta semangat inovasi para siswa dengan bimbingan intensif dari para guru pembina. Keberhasilan ini membuktikan bahwa madrasah mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional dalam bidang riset dan teknologi,” ujarnya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, turut mengapresiasi prestasi tersebut. Menurutnya, capaian siswa MAN 2 Makassar menunjukkan bahwa madrasah di Sulawesi Selatan memiliki potensi besar dalam pengembangan sains dan teknologi.
“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Sulawesi Selatan sekaligus bukti bahwa madrasah mampu melahirkan generasi yang unggul, kreatif, dan inovatif. Penguatan budaya riset di madrasah merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan mutu pendidikan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, capaian tersebut juga sejalan dengan komitmen Kementerian Agama dalam mendorong pendidikan madrasah yang unggul, terintegrasi, dan berdaya saing global, melalui penguatan literasi sains, inovasi, dan penguasaan teknologi di kalangan siswa.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi madrasah lain di Sulawesi Selatan untuk terus mengembangkan budaya riset, inovasi, dan kolaborasi ilmiah di lingkungan pendidikan. Dengan demikian, madrasah tidak hanya unggul dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. (rls)
Berikut capaian siswa MAN 2 Kota Makassar pada ajang tersebut:
YNSF 2026
1. Medali emas melalui karya berjudul “Automatic Smart Door Berbasis IoT Sebagai Anti Maling”. Tim terdiri dari Sulthan Rafi ST (XI.G), Adzra Faizah Ridani (XI.G), Alifah Syahira Utami (XI.G), Febrina Anggi Ismail (XI.G), Muh. Fajar Rani (XI.G), dan Zasilika Alifya Gayang Bombing (XI.G).
YISF 2026
Medali emas
1. “A Non-Invasive IoT-Based Expert System for Fasting Blood Glucose Classification and Medication Recommendation”. Tim terdiri atas Siti Faiqah Amal, Andi Aunah Atsilah Sulaiman, Andi Atiqah Mujahid, Arnina Azzahra Arlin, dan Adzrah Almairah Noval.
2. “CARDIVA: A Low-Cost Photoplethysmography-Based System for Early Cardiovascular Screening in Non-Clinical Settings”. Tim terdiri atas Alya Rafilah Ramli, Muhammad Fahri Hairul, Panglima Abdan Diwan Syakura, dan A. Seylo Irham Irawan.
3. “Classification Quality of Air with Real Time IoT Based Air Monitoring Device Analysis”. Tim terdiri atas Hayatul Insani Alhumairah, A. Furqan Qushai Ihwan, Khalila Novianty Kasim, Muh. Naufal Mufliandra, dan Nasya Irtiza.
Medali perak
1. “Integration NDVI of Chlorophyll-a Density for Sustainable Fish Catch Estimation in Spermonde Archipelago, South Sulawesi”. Tim terdiri atas Zara Fakhirah Husain (XI.A), Azkiyatunnisa Ismail (XI.A), Besse Syarfina Riska (XI.A), Raniah Dzil Adillah (XI.A), Nayla Maisun (XI.A), dan Zafeera Aqilah Husain (XI.A).
2. “Comprehensive Analysis of ChatGPT Performance Across Multiple Academic Subjects: Physics, Economics and Fiqh”. Tim terdiri atas Wafiah Rahmi M, Kayyisah Naifah Fadj, Zahira Fajriani, dan Azeeza Fatimah Tenriangke.
3. “Real-Time Electrical Energy Monitoring and Remote Load Control System Using the SDLC Method”. Tim terdiri atas Ahmad Fauzan Athaya, Andi Alisha Zhafira, Fayyadh Gaozhani Rusli, Aulia Riski Amira, A. Muh. Il Tzar Al-Ayyubi, dan Bd. Fathir Malikul Mulki.
4. “Collective Cough Monitoring Using an ESP32-Based System With FFT and Threshold Methods”. Tim terdiri atas Quinsha Aisyah Nuryadin, Nasyiah Mutia Azzahra, Naila Zahra, Andi Muhammad Rafan, dan M. Aqila Nesha Tenripata Ahyar.

