TANGERANG, UPEKS– Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia resmi menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konsolidasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1447 H/2026 M. Kegiatan yang berlangsung pada 8-11 April 2026 di Asrama Haji Kelas 1 Tangerang, Banten ini mengusung tema strategis: “Transformasi Penyelenggaraan Haji Inklusif dalam Tantangan Dinamika Geopolitik Global.”
Acara dibuka langsung oleh Menteri Haji dan Umrah RI, KH Irfan Yusuf (Gus Irfan), didampingi Wakil Menteri H. Dahnil Anzar Simanjuntak. Pembukaan ini dihadiri oleh jajaran petinggi negara, di antaranya Ketua Komisi VIII DPR RI H. Marwan Dasopang, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, pejabat Eselon I dan II Kemenhaj, Kepala BPKH, Ketua Baznas, perwakilan Kemenag, serta pimpinan maskapai Garuda Indonesia dan Saudi Airlines.
Komitmen Presiden: Biaya Haji Tidak Naik bagi Jemaah
Dalam sambutannya, Gus Irfan membawa pesan penting dari Presiden Prabowo Subianto terkait isu kenaikan biaya operasional penerbangan.
“Walau biaya pesawat Garuda dan Saudia naik, Bapak Presiden Prabowo berpesan bahwa apa pun yang terjadi, kenaikan biaya haji tahun ini jangan dibebankan kepada jemaah haji,” tegas Gus Irfan di hadapan para peserta Rakernas.
Selain kepastian biaya, Gus Irfan juga menyampaikan progres signifikan terkait administrasi jemaah. Ia memastikan bahwa Kartu Nusuk saat ini sudah 100 persen berada di Indonesia dan siap didistribusikan di setiap embarkasi.
Menteri menekankan bahwa tahun 1447 H harus menjadi momentum perbaikan total. Ia berkomitmen peningkatan kualitas layanan haji 1447 H/2026 M melalui penguatan digitalisasi, transparansi, dan pengawasan menyeluruh.
Ketua Komisi VIII DPR RI, H. Marwan Dasopang, memberikan apresiasi atas optimisme Kementerian Haji di tengah situasi dunia yang tidak menentu.
“Kementerian Haji ini luar biasa karena tetap optimis menyelenggarakan haji tahun ini walau dinamika global saat ini tidak menentu. Tantangan pelaksanaan haji tiap tahun bisa berubah dan tidak terduga. Kita harus hati-hati. Ayo kita rundingkan dan rumuskan secara bersama-sama dengan semua kementerian terkait,” ujar Marwan.
Rakernas ini juga dihadiri oleh Kakanwil Kemenhaj dari seluruh Indonesia. Salah satu yang hadir adalah Kakanwil Kemenhaj Sulsel, H. Ikbal Ismail, yang didampingi oleh Kabag TU Kanwil Kemenhaj Sulsel, Plt. Kepala Kantor Kemenhaj Wajo, serta Kepala Kantor Kemenhaj Jeneponto.
Sementara Kakanwil Kemenhaj Sulsel menyambut baik sambutan Menteri Haji dan Umrah KH Irfan Yusuf.
“Kami di Sulawesi Selatan sangat mengapresiasi kebijakan Bapak Presiden Prabowo dan Gus Menteri yang memastikan tidak ada kenaikan beban biaya bagi jemaah, meskipun biaya penerbangan meningkat. Ini adalah angin segar bagi calon jemaah kami di Sulsel.
“Kami siap mengawal instruksi ini dan memastikan seluruh petugas di daerah bekerja responsif dan tanpa celah sebagaimana arahan Gus Menteri dalam Rakernas ini,”tandasnya.
Sebagai bagian dari transformasi digital, dalam pembukaan Rakernas ini juga diresmikan Aplikasi Haji dan Umrah Store. Platform ini diharapkan menjadi solusi terpadu untuk meningkatkan efisiensi layanan bagi para calon jemaah di seluruh tanah air.
Aplikasi Haji dan Umrah Store dihadirkan agar jemaah tidak terbagi fokusnya pada urusan belanja oleh-oleh dan logistik. Jemaah dapat lebih khusyuk beribadah, sementara kebutuhan lainnya difasilitasi dengan baik. Dengan aplikasi ini memudahkan jemaah untuk belanja oleh-oleh haji secara online tanpa harus bersusah payah membelinya secara langsung di Saudi Arabia.
Dengan dimulainya Rakernas ini, pemerintah menargetkan penyelenggaraan haji 2026 tidak hanya sekadar sukses secara operasional, tetapi juga mampu memberikan perlindungan dan layanan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.(*)

