Kabupaten Layak Anak Dari Pratama Kabupaten Enrekang Menuju Madya

Kabupaten Layak Anak Dari Pratama Kabupaten Enrekang Menuju Madya

ENREKANG, UPEKS.co.id–Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Enrekang
Bisa naik dari Pratama ke Madya menggelar Rapat Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati, Selasa (14/4/26).

Kegiatan ini di Pimpin langsung Bupati Enrekang H. Muh. Yusuf Ritangnga didampingi PJ. Sekda Enrekang Dr. Zulkarnain Kara, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Enrekang, para Pimpinan OPD, Unit PPA Polres Enrekang, Pengadilan Agama, Habis Perlindungan Perempuan, Kabid Perlindungan Anak Ketua KP2AM dan undangan lainnya.

Bacaan Lainnya

Kepala DP3A Dr. Ir. Sulviah Dahaling, ST. MM mengatakan, kegiatan ini adalah untuk membentuk Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak dalam rangka penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak.

Untuk itu, Kadis DP3A meminta agar seluruh OPD berkolaborasi dan bersinergi agar predikat Pratama yang diraih Kabupaten Enrekang dapat meningkatkan menjadi Madya.

“Untuk Kabupaten Layak Anak kita memang perlu bersinergi dan berkolaborasi dengan OPD dan lintas sektor. Banyak klaster yang akan menjadi penilaian dan itu masing-masing ada pada OPD. Jadi untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi kita memang harus gerak cepat untuk mengumpulkan dan mengimput data yang dibutuhkan. Orlhnya itu untuk lebih cepat koordinasi kita akan membuat grup WhatsApp,” kata Kadis DP3A Kabupaten Enrekang Sulviah Dahaling.

Bupati Enrekang dalam arahannya meminta agar seluruh OPD bergerak sinergi. Dia mengatakan sering mendapat teguran oleh Gubernur dan Wabup terkait kinerja para OPD. Untuk itu dia mengutip pidato Gubernur saat perayaan HUT Kabupaten Enrekang ke 66 bahwa rugilah seorang Pejabat yang tidak bisa bekerja maksimal demiq masyarakat dan Kabupaten Enrekang.

“Kalau kita cermati dari pidato Pak Gubernur waktu beliau ada di Enrekang, beliau berkata alangkah ruginya kita menduduki sebuah jabatan tapi kita tidak bisa berbuat maksimal pada saat kita menjabat. Untuk itu saya ajak kita semua,waktunya kita kerja keras dan kerja maksimal untuk mencapai target-target dari Pemerintah Daerah,” kata Bupati Enrekang H. Muh. Yusuf Ritangnga.

Kabupaten Layak Anak akan bicara mencapai tingkat Madya tahun 2026 Bupati meminta semua OPD dan Lembaga lainnya untuk berperan aktif, berkolaborasi dan kerja keras.

“Jadi saya meminta agar semua berkolaborasi. Bantu Kadis DP3A, saatnya kita bekerja. Semua OPD terkait tolong proaktif Ki semua. Semua klaster tolong diperhatikan bisa mencapai nilai maksimal. Segera Ki buat Gugus Tugas KLA supaya kerja-kerja ta bisa maksimalk,” kata Bupati.

Kali ini, Bupati meminta semua masalah terkait KLA segera disikapi. Hal ini untuk memperlancar dan mempercepat penginputan data-data setiap klaster yang dibutuhkan dan berusaha memenuhi capaian nilai yang telah ditentukan.

Dia juga berpesan kepada Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana untuk serius menangani kasus stunting di Enrekang yang berada pada urutan kedua tertinggi di Sulawesi Selatan. Kasus stunting adalah salah satu kasus yang menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Enrekang. Pemkab Enrekang menargetkan penurunan angka stunting secara drastis hingga mencapai 20 persen pada tahun 2026. Langkah ini didukung melalui Rencana Pembangunan Daerah (RPD) 2024-2026, yang menekankan intervensi serentak, percepatan program Dinas Kesehatan, serta komitmen TP PKK dalam sosialisasi dan gizi, meski di tengah efisiensi anggaran daerah. (Sry)