MAKASSAR, UPEKS — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, memastikan pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 tetap berjalan lancar meskipun situasi di Timur Tengah tengah dilanda konflik.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan manasik haji akbar yang digelar oleh An-Nur Maarif di Masjid Agung Pangkajene, Kabupaten Sidrap, Senin (30/3/2026).
Menurut Ikbal, berdasarkan hasil koordinasi antara pemerintah Indonesia dengan otoritas Arab Saudi, seluruh tahapan penyelenggaraan haji telah dipersiapkan dengan baik.
“Penerbangan langsung dari Embarkasi Sultan Hasanuddin menuju Jeddah dan Madinah dipastikan aman, tidak ada gangguan. Pelaksanaan haji tetap berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh calon jamaah untuk terus meningkatkan doa agar pelaksanaan ibadah haji berlangsung lancar, aman, dan nyaman tanpa terdampak dinamika global.
“Kami mohon semua jamaah untuk terus berdoa kepada Allah SWT agar seluruh proses ibadah kita tidak terganggu dan berjalan dengan baik,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ikbal menegaskan bahwa pemerintah Arab Saudi telah siap sepenuhnya menerima seluruh jamaah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Seluruh dokumen perjalanan, termasuk visa jamaah, juga telah dinyatakan rampung tanpa kendala.
Kegiatan manasik haji akbar tersebut diikuti sekitar 850 calon jamaah haji reguler dan plus. Para peserta memadati lokasi selama dua hari pelaksanaan, yakni 30–31 Maret 2026. Tingginya antusiasme peserta mencerminkan kesadaran masyarakat dalam mempersiapkan ibadah haji secara matang.
Dalam sambutannya, Ikbal Ismail turut menyampaikan apresiasi kepada An-Nur Maarif yang dinilainya sebagai salah satu travel haji dengan kategori terbaik di Indonesia. Ia juga mengucapkan terima kasih atas dedikasi lembaga tersebut dalam memberikan perhatian dan pendampingan kepada jamaah.
“Kami yakin dan percaya, dengan pengalaman 26 tahun, An-Nur mampu membimbing dan memandirikan jamaah, terutama dalam memahami pelaksanaan ibadah haji secara menyeluruh,” ujarnya.
Ia menegaskan, para jamaah tidak perlu merasa ragu dalam melaksanakan ibadah haji. Selain mendapatkan pembekalan melalui manasik, jamaah juga akan didampingi oleh berbagai petugas resmi, seperti ketua kloter, tenaga kesehatan (dokter dan perawat), serta petugas haji daerah, termasuk ketua rombongan dan ketua regu.
“Banyak petugas yang akan mendampingi. Ini menjadi jaminan bahwa jamaah akan mendapatkan pelayanan maksimal selama di Tanah Suci,” jelasnya.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik bagi seluruh jamaah, sekaligus memastikan pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar, aman, dan penuh keberkahan.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenhaj Sidrap, Shairin turut menyampaikan jadwal pemberangkatan calon jamaah haji asal Sidrap yang terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni kloter 2 dan kloter 40.
Kloter 2 dijadwalkan masuk Asrama Haji pada 21 April 2026 dengan jumlah 387 jamaah.
Sedangkan kloter 40 akan masuk asrama pada 19 Mei 2026 bersama jamaah dari Kabupaten Maros dengan jumlah 364 jamaah. Secara keseluruhan, total jamaah haji asal Sidrap tahun ini mencapai 751 orang. (*)

