Makassar, Upeks – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Sulsel menyetop sementara proses persiapan haji 1447 Hijriah/2026 Masehi selama bulan Ramadan.
Kepala Kanwil Kemenhaj Sulsel, H Ikbal Ismail, mengatakan penghentian sementara ini bertujuan agar jemaah dapat lebih fokus mempersiapkan diri secara spiritual di bulan suci.
“Selama Ramadan, proses persiapan haji kita distop sementara. Jemaah dipersiapkan untuk mengisi Ramadan dengan memperbanyak zikir dan memantapkan manasik secara mandiri,” ujarnya saat ditemui di kantornya di Asrama Haji Sudiang Makassar, Sabtu (14/2/2026).
Meski demikian, lanjutnya, proses administrasi tetap berjalan pada hari kerja selama Ramadan. Saat ini, sebanyak 9.836 jemaah haji asal Sulawesi Selatan telah menyelesaikan proses pembuatan paspor dan tengah memasuki tahap pemvisaan.
Ikbal menjelaskan, kuota awal haji Sulsel berjumlah 9.670 jemaah. Namun, terjadi mutasi masuk dan keluar dengan selisih 110 jemaah yang didominasi jemaah masuk. Selain itu, terdapat tambahan kuota sebanyak 56 jemaah, sehingga total keseluruhan menjadi 9.836 jemaah.
Ia menambahkan, jajaran Kemenhaj saat ini juga tengah melakukan proses pemeriksaan data administrasi. Jika ditemukan kesalahan input, data tersebut akan dikembalikan untuk diperbaiki agar tidak menghambat tahapan selanjutnya. “Pada dasarnya persiapan haji tetap on track selama ramadan,” tandasnya.
Sebelum penghentian sementara selama Ramadan, manasik haji terakhir digelar secara daring melalui Zoom untuk sejumlah kabupaten, yakni Luwu Timur, Tana Toraja, Toraja Utara, Enrekang, dan Kabupaten Kepulauan Selayar.
Pelaksanaan manasik secara daring tersebut dilakukan karena keterbatasan waktu serta kondisi cuaca ekstrem yang melanda beberapa wilayah dalam beberapa hari terakhir, sehingga tidak memungkinkan pelaksanaan secara tatap muka.
Dengan tahapan administrasi yang terus berjalan, Kanwil Kemenhaj Sulsel memastikan seluruh proses tetap sesuai jadwal, meskipun aktivitas manasik dihentikan sementara selama bulan Ramadan.(*)

