Nilai Ekspor Sulsel 2025 Turun 21,23%, Ini Penyebabnya

Nilai Ekspor Sulsel 2025 Turun 21,23%, Ini Penyebabnya

MAKASSAR,UPEKS.co.id— Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan mencatat, nilai ekspor Sulsel sepanjang Januari hingga November 2025 mencapai US$1.471,89 juta.

Kepala BPS Provinsi Sulsel Aryanto memaparkan, angka tersebut mengalami penurunan sebesar 21,23%, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024.

Bacaan Lainnya

Selain itu, penurunan signifikan juga terjadi pada ekspor bulanan. Pada November 2025, nilai ekspor tercatat sebesar US$128,77 juta atau turun 23,74% dibandingkan November 2024.

Menurut Aryanto, penurunan secara kumulatif sebesar US$396,61 juta ini terutama disebabkan melemahnya kinerja beberapa komoditas utama.

“Penurunan terutama disebabkan oleh melemahnya ekspor beberapa komoditas utama, terutama besi dan baja yang turun sebesar US$159,02 juta atau 39,30%, ikan dan udang yang turun US$69,70 juta atau 62,93%, serta nikel yang turun US$55,28 juta atau 6,32%,” jelas Aryanto dalam keterangan pers via YouTube resmi BPS Sulsel, Senin (5/1/2026).

Meski secara umum turun, terdapat komoditas yang justru menunjukkan kinerja positif. Komoditas garam, belerang, dan kapur mencatat peningkatan terbesar dengan nilai ekspor naik US$17,62 juta atau 44,64% pada periode Januari–November 2025.

Dari sisi negara tujuan, Jepang tetap menjadi pasar terbesar untuk ekspor Sulsel. Pada periode Januari–November 2025, ekspor ke Jepang mencapai US$852,25 juta, disusul oleh Tiongkok US$524,49 juta, dan Taiwan US$32,93 juta.

Kontribusi ketiga negara ini mencapai 95,77% dari total ekspor Sulsel. Pola serupa terlihat pada November 2025, dengan Jepang (US$76,01 juta) dan Tiongkok (US$43,58 juta) sebagai dua tujuan utama.

Lebih lanjut, Aryanto juga merinci, pada November 2025, nikel masih memimpin dengan kontribusi US$72,48 juta atau 56,28% dari total ekspor bulan itu, diikuti oleh kakao (US$20,65 juta), biji-bijian berminyak (US$11,28 juta), ikan dan udang (US$6,05 juta), serta besi dan baja (US$4,88 juta).

Dibandingkan Oktober 2025, ekspor ikan dan udang mengalami kenaikan tertinggi sebesar 52,01%, sementara besi dan baja turun drastis 45,91%.

Dalam hal pintu keluar, Pelabuhan Malili menjadi yang terbesar dengan nilai ekspor US$72,48 juta (56,28%) pada November 2025, diikuti oleh Pelabuhan Makassar sebesar US$50,54 juta (39,25%). Kedua pelabuhan tersebut mencatat penurunan ekspor dibandingkan bulan Oktober 2025.(eky)

Pos terkait