MAROS, Upeks — Kasus kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Maros mengalami peningkatan sepanjang tahun 2025. Data Polres Maros mencatat 689 kejadian kecelakaan, naik dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 671 kasus.
Kapolres Maros, Douglas Mahendrajaya, menyampaikan data tersebut dalam konferensi pers di Aula Promotor Polres Maros, Selasa (30/12/2025).
Douglas mengungkapkan, total korban kecelakaan lalu lintas selama 2025 mencapai 1.006 orang. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 951 korban.
“Untuk tahun 2025, korban meninggal dunia sebanyak 69 orang, luka berat 3 orang, dan luka ringan 934 orang,” kata Douglas.
Sementara pada tahun 2024, korban meninggal dunia tercatat 68 orang, korban luka berat 3 orang, serta luka ringan 880 orang.
Ia menegaskan, peningkatan terjadi baik dari sisi jumlah kecelakaan maupun jumlah korban.
Selain korban jiwa, kecelakaan lalu lintas juga menimbulkan kerugian materi yang cukup besar. Sepanjang 2025, kerugian materi di Maros mencapai sekitar Rp1,1 miliar.
Kasat Lantas Polres Maros, Muhammad Arafah, menjelaskan kecelakaan banyak terjadi di sejumlah titik rawan, seperti wilayah Tompobulu, perbatasan Maros–Pangkep, serta kawasan perempatan Maminasata.
“Kemacetan juga sering dikeluhkan masyarakat, terutama akibat truk besar yang mogok di badan jalan,” ujarnya.
Menurut Arafah, penanganan kendaraan besar yang mogok membutuhkan waktu dan upaya ekstra. Pihak kepolisian berupaya memindahkan kendaraan ke lokasi yang lebih aman agar tidak mengganggu arus lalu lintas.
Ia juga menyoroti kemacetan di kawasan depan Grand Mall Maros. Untuk mengurai kepadatan kendaraan, kepolisian menerapkan sistem buka tutup putaran di depan Graha Cemerlang.
“Langkah ini cukup membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut,” jelasnya. (alf)

