MAKASSAR, UPEKS.CO.ID— Dalam rangka memperingati Hari Internasional Penyandang Disabilitas, UNESCO bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar, Yayasan Kota Kita, Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan (Perdik) secara resmi meluncurkan laporan berjudul “Makassar City: A Disability-Inclusive City Profile”.
Peluncuran laporan ini menjadi tonggak penting dalam upaya mewujudkan Makassar sebagai kota yang benar-benar inklusif.
Menurut Kepala Bappeda Makassar, Dahyal, laporan ini merupakan hasil penelitian komprehensif yang melibatkan langsung 5.171 penyandang disabilitas di sekitar wilayah Makassar.
”Laporan ini meneliti secara mendalam pengalaman hidup, tantangan, dan aspirasi para penyandang disabilitas,” ujar Dahyal. “Data ini sangat krusial sebagai dasar kita untuk menciptakan kota yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan, sejalan dengan tujuan yang tercantum dalam Sustainable Development Agenda (Agenda Pembangunan Berkelanjutan).”
Kolaborasi antara UNESCO, Pemerintah Kota Makassar (melalui Bappeda), dan organisasi masyarakat sipil ini menunjukkan komitmen kuat Makassar dalam memastikan bahwa tidak ada satu pun warga negara yang tertinggal dalam pembangunan kota. Diharapkan, temuan dan rekomendasi dalam profil kota ini dapat diintegrasikan ke dalam kebijakan dan perencanaan pembangunan daerah di masa depan. (*)

