Kolaborasi dengan Dinas Pariwisata

Jurusan PKK FT UNM Pentaskan Hasil Karya Tata Rias dan Busana

Jurusan PKK FT UNM Pentaskan Hasil Karya Tata Rias dan Busana

Makassar, Upeks.co.id –Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Program Studi S1 PKK Konsentrasi Tata Rias, dan Tata Busana, Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM) sukses menggelar “Pementasan Mata Kuliah Tata Rias Pengantin Internasional dan Peragaan Busana”. Acara bergengsi ini diselenggarakan di ikon bersejarah Benteng Rotterdam, Makassar, sebagai bagian integral dari Festival Museum La Galigo Tahun 2025, berkat kolaborasi strategis dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan.

​Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian utama dalam Festival Museum La Galigo, agenda tahunan yang konsisten menjadi platform pengembangan kreativitas, pelestarian budaya, dan pertunjukan seni modern. Tahun ini, festival kembali menegaskan posisinya sebagai ajang kolaboratif yang mempertemukan instansi pemerintah, akademisi, dan generasi muda.

Bacaan Lainnya

​Pementasan ini menghadirkan karya tata rias pengantin internasional dan peragaan busana yang digarap secara profesional oleh mahasiswa Konsentrasi Tata Rias dan Tata Busana Angkatan 2023. Karya yang ditampilkan menunjukkan kematangan konsep yang berhasil menggabungkan estetika global, keunikan budaya, serta pendekatan akademik yang berlandaskan riset dan kreativitas.

​Para mahasiswa menampilkan riasan wajah, herdo (tata rambut), dan busana pengantin dari lima negara dengan ciri khas karakter budaya masing-masing, yaitu: Indonesia, Korea, Jepang, India, dan China. Setiap tampilan dikembangkan melalui tahapan perencanaan artistik yang sistematis, mulai dari pemilihan warna, eksplorasi teknik rias, hingga pengolahan visual, di bawah bimbingan para dosen konsentrasi Tata Rias.

​​Ketua Jurusan PKK FT UNM, Dr. Hamidah Suryani, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini berfungsi sebagai ruang pembelajaran autentik yang esensial.​

“Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran autentik bagi mahasiswa untuk mengasah profesionalisme, manajemen kerja tim, dan kemampuan menghadapi tuntutan industri tata rias yang terus berkembang. Mahasiswa tidak hanya mempresentasikan hasil riasan, tetapi juga mempertunjukkan kemampuan komunikasi visual, pengelolaan panggung, serta pemilihan busana yang menunjang karakter riasan,” ujarnya.

​Perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi menuturkan bahwa keterlibatan mahasiswa UNM pada festival ini merupakan langkah penting dalam memperkuat seni budaya di Sulawesi Selatan. Kolaborasi ini dinilai mampu mendorong munculnya talenta baru serta mendukung Makassar sebagai pusat pertumbuhan industri kreatif berbasis budaya.

​Pentas tata rias Pengantin Internasional tersebut mendapat antusiasme dan apresiasi tinggi dari para pengunjung museum. Ketua Program Studi, Dr. Andi Nur Maida, S.Pd, M.Si, yang juga dosen penanggung jawab mata kuliah bersama tim pengajar Ibu Izmi Burhanuddin, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun.​

“Kegiatan ini merupakan bentuk hasil proses belajar dan implementasi capaian pembelajaran sekaligus kesempatan bagi mahasiswa untuk menunjukkan kompetensi, kreativitas, dan kesiapan memasuki dunia kerja,” jelas Dr. Andi Nur Maida.

​Mahasiswa tidak hanya menampilkan riasan wajah dan herdo, tetapi juga menghadirkan busana pendukung yang disesuaikan, menghasilkan tampilan menyeluruh yang harmonis dan mencerminkan integrasi estetika modern serta nilai-nilai budaya.

​Kolaborasi antara UNM dan Dinas Kebudayaan serta Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan diharapkan menjadi agenda berkelanjutan yang dapat memperluas jejaring kerja, meningkatkan kualitas pementasan seni, dan membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk tampil dalam pergelaran bergengsi di tingkat nasional maupun internasional.

​Secara keseluruhan, Festival Museum La Galigo tahun ini tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga ruang inovasi, edukasi, dan penguatan kreativitas generasi muda di bidang tata rias dan tata busana, yang berpotensi besar mendukung perkembangan industri kreatif dan pariwisata budaya di Indonesia.(rls)