OJK dan IJK Bersinergi Dorong Program Penguatan Gizi di Wilayah 3T

OJK dan IJK Bersinergi Dorong Program Penguatan Gizi di Wilayah 3T
Oplus_131072

PANGKEP, UPEKS.co.id— Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar bersama Industri Jasa Keuangan (IJK) terus berkomitmen dalam mendukung program pemerintah untuk peningkatan gizi masyarakat serta perluasan inklusi keuangan, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi dalam kegiatan Launching Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Talaka, di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), pada Sabtu (18/10/2025).

Bacaan Lainnya

Menurut Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk dorongan nyata dari OJK agar sektor perbankan, terutama Himbara, berperan aktif mendukung program pemerintah di bidang kesehatan dan kesejahteraan sosial.

“Program seperti SPPG ini memiliki potensi besar yang harus diwujudkan agar memberi dampak nyata bagi masyarakat. Bayangkan, satu dapur harus menyiapkan tiga ribu porsi makanan setiap hari. Ini seperti hajatan besar yang dilakukan terus-menerus, sehingga perlu dukungan pembiayaan, sumber daya manusia, dan tata kelola yang baik,” urai Muchlasin.

Lebih lanjut, Muchlasin menjelaskan, sistem virtual account telah diterapkan untuk menjamin transparansi pembayaran, namun lembaga keuangan tetap dibutuhkan untuk mendukung pembiayaan awal dan modal kerja.

Karena itu, OJK terus berkoordinasi dengan perbankan seperti BRI, Mandiri, BTN, dan Bank Sulselbar, agar dapat berkontribusi sesuai kapasitas masing-masing.

Selain fungsi pengawasan, OJK juga berperan dalam pengembangan ekonomi daerah. Muchlasin mengatakan, program SPPG yang berada di tingkat desa mencerminkan tumbuhnya ekonomi rakyat dari akar rumput.

“Pangkep ini termasuk daerah dengan kesejahteraan rendah, terutama di wilayah kepulauan. Karena itu kami terus mendorong agar sektor keuangan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk di wilayah 3T,” sambung dia.

Sementara Regional Chief Executive Officer (RCEO) BRI, Argo Prabowo, menegaskan pihaknya berkomitmen penuh mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis melalui pembiayaan dapur dan peralatan SPPG.

“Kami memberikan kredit investasi untuk pembangunan dapur dan pembelian alat sesuai standar BGN. Pembayarannya dilakukan langsung oleh pemerintah ke BRI, kemudian kami potong otomatis untuk angsuran,” jelas Argo.

BRI juga memberikan pelatihan manajemen dan akuntansi selama tiga bulan kepada pengelola dapur agar sistem operasional berjalan tertib dan transparan. Selain itu, BRI tengah mengembangkan sistem digitalisasi untuk mempercepat administrasi dan pencairan dana.

Saat ini, terdapat sekitar 140 yayasan mitra di Sulsel, namun baru enam yang aktif menerima pembiayaan di antaranya di Sinjai, Pinrang, dan Bulukumba.

Sementara itu, Kepala Regional SPPI Sulsel, Muh Abdi Subhanuddin Gilman, memastikan pihaknya memperketat standar operasional guna menjamin keamanan dan kelayakan makanan di setiap SPPG.

“Kami mewajibkan setiap SPPG memiliki sertifikat higiene sanitasi, sertifikat halal, serta melakukan pengujian mutu air secara rutin,” ungkapnya.

“Kami juga telah menyiapkan test kit untuk mendeteksi bahan berbahaya di 10 SPPG di Jakarta. Semua ini dijalankan melalui kolaborasi lintas lembaga, termasuk Dinas Kesehatan dan pemerintah daerah,” sambung dia.

Program SPPG sendiri dirancang sebagai dapur pusat yang memproduksi dan mendistribusikan makanan bergizi guna mendukung program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam pelaksanaannya, Lembaga Jasa Keuangan turut menyediakan modal kerja bagi penyelenggara maupun petani pemasok bahan baku, dengan penerapan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik.

Muchlasin menegaskan, sinergi antara regulator, lembaga keuangan, dan pemerintah daerah ini merupakan bentuk nyata implementasi kebijakan nasional yang sejalan dengan Asta Cita ke-3 dan ke-4, yang menekankan peningkatan kualitas manusia Indonesia serta pemerataan pembangunan dan pemberdayaan daerah.

Kegiatan Launching SPPG Talaka ini turut dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, pimpinan perbankan, lembaga jasa keuangan, tokoh masyarakat, serta masyarakat setempat. (eky)