Irwan Djafar Terima Aspirasi Warga Minasa Upa Soal Banjir, Sampah, dan Pembinaan Baca Al-Qur’an

Irwan Djafar Terima Aspirasi Warga Minasa Upa Soal Banjir, Sampah, dan Pembinaan Baca Al-Qur’an

MAKASSAR, UPEKS— Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi NasDem, Irwan Djafar, kembali menggelar Reses Pertama Masa Sidang Pertama Tahun Sidang 2025/2026.

Kali ini reses digelar di Kelurahan Minasa Upa, tepatnya di Bumi Pesona Pelangi, Lapangan Masjid Rahma A. Rauf, Kamis (16/10/2025). Dalam pertemuan tersebut, sejumlah warga menyampaikan berbagai aspirasi terkait kondisi lingkungan di kompleks mereka.

Bacaan Lainnya

Salah satu warga mengungkapkan bahwa di wilayah tersebut telah berjalan kegiatan pembinaan baca Al-Qur’an di masjid kompleks, mulai dari anak-anak pra-TK hingga dewasa berusia lebih dari 60 tahun. Ia berharap agar program keagamaan tersebut mendapat perhatian dari pemerintah maupun anggota dewan.

Selain itu, warga juga menyoroti persoalan fasilitas umum dan sosial (fasum-fasos) yang dinilai perlu mendapat perhatian, terutama karena lapangan di kawasan itu kerap digunakan untuk kegiatan besar seperti salat Id. Mereka juga mengeluhkan masalah banjir yang rutin terjadi saat musim hujan.

“Kompleks kami sebenarnya sudah tertata rapi dan aman, tapi setiap musim hujan selalu kebanjiran,” ungkap salah seorang warga.

Persoalan kebersihan dan pengangkutan sampah juga menjadi keluhan utama. Warga menyebut, idealnya sampah diangkut setiap tiga hari sekali, namun saat ini armada pengangkut masih terbatas.

Menanggapi hal tersebut, Irwan Djafar menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Makassar memang tengah berupaya memperbaiki sistem pengelolaan sampah, termasuk perbaikan armada di tingkat kecamatan.

“Memang Wali Kota sangat konsen memperbaiki sistem persampahan kita, khususnya soal pemeliharaan. Kalau ada motor viar rusak, sering terkendala biaya di kecamatan. Tahun 2026 nanti sudah dianggarkan pembelian viar baru dalam jumlah banyak,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar pemilihan ketua RT/RW dilakukan dengan mempertimbangkan komitmen kerja sosial. “Makanya dipilih RT/RW yang mau bekerja, jangan yang sibuk. Karena urusan masyarakat, termasuk sampah, itu tanggung jawab mereka juga,” tambahnya.

Terkait persoalan banjir di Minasa Upa, Irwan menjelaskan bahwa peningkatan pembangunan perumahan menjadi salah satu faktor penyebab meluasnya genangan air. Menurutnya, solusi jangka panjang membutuhkan penanganan menyeluruh dari hulu ke hilir dan anggaran berskala nasional.

“Saya sudah koordinasi dengan Dinas PUPR. Tapi kita tidak bisa selesaikan kasus per kasus. Harus dari hulu ke hilir, dan biayanya besar. Perlu dibuatkan akses pembuangan air ke got kompleks, tapi saya belum bisa janji kapan dikerja,” tuturnya.

Irwan juga menyoroti faktor eksternal yang memperparah kondisi banjir di wilayah tersebut. “Sedikit hujan saja, Minasa Upa bisa banjir karena ada kiriman air dari Gowa. Paling parah itu di Karunrung,” ujarnya.

Irwan juga menyampaikan apresiasi atas aktifnya warga dalam menjaga kegiatan sosial dan keagamaan di kompleks. Ia pun berharap bisa ikut berkontribusi terhadap program pembinaan baca Al-Qur’an yang telah berjalan.

“Pembinaan baca Al-Qur’an seperti ini sangat baik. Semoga kita bisa ikut berkontribusi,” pungkasnya. (jir)