Gelora 145 Calon Jurnalis

Gelora 145 Calon Jurnalis

 

MAKASSAR, UPEKS.co.id – Suasana di Convention Hall Fakultas Ilmu Pendidikan, UNM, pagi itu bukan sekadar rutinitas.

Bacaan Lainnya

Ada denyut nadi yang berbeda, sebuah energi yang terpancar dari sorot mata 145 pemuda-pemudi yang duduk rapi.

Kamis (2/10), menjadi saksi dimulainya sebuah perjalanan penting: Diklat Jurnalistik Mahasiswa Tingkat Dasar (DJMTD) 2025 yang digelar Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Profesi Universitas Negeri Makassar (UNM).

Di depan para calon jurnalis yang penuh semangat itu, Silmi Hafizat, sang Ketua Panitia, berdiri dengan keyakinan penuh.

Ia membuka cerita dengan sebuah kabar gembira: minat mahasiswa tahun ini meluap luar biasa.

“Sebanyak 145 peserta dari berbagai fakultas,” ujarnya, sebuah angka yang bukan hanya statistik, melainkan bukti nyata dahaga akan ilmu dan suara yang ingin didengar.

Dukungan untuk perjalanan ini pun datang dari berbagai penjuru. Silmi, dengan mata yang berbinar, menyampaikan apresiasi pada jalinan kolaborasi yang terbentuk.

“LPM Profesi UNM menjalin 9 media untuk bekerjasama dan sebanyak 5 dukungan dari sponsorship,” tuturnya, menggambarkan sebuah peta dukungan yang kokoh untuk pijakan pertama para pencari fakta muda.

Harapannya jelas dan terang: ia membayangkan DJMTD 2025 sebagai kawah candradimuka yang melahirkan jurnalis-jurnalis muda yang tak hanya terampil, tetapi juga kritis, kreatif, dan peka merasakan denyut nadi persoalan sosial di sekeliling mereka.

Lalu, angin segar datang dari pemikiran sang Pemimpin Umum LPM Profesi UNM, Firmansyah.

Ia membawa sebuah tema yang menggema, relevan dengan zaman yang serba terhubung namun penuh dengan kegaduhan.

“Persma di tengah perang wacana dan algoritma,” ungkapnya, menyentuh langsung realitas di mana kebenaran harus berjuang keras melawan arus informasi yang masif dan terkurasi.

Namun, Firmansyah menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar tentang teknik menulis atau mewawancara. Lebih dari itu, ini adalah tentang menitipkan sebuah jiwa.

Jiwa yang kritis dan berani, yang tak gentar menyuarakan kebenaran, bahkan ketika harus berhadapan dengan arus utama. Sebuah penanaman nilai yang diharapkan akan tumbuh menjadi integritas.

Sebagai penutup, ia menyatukan suara hati seluruh peserta dan panitia dalam sebuah seruan.

Sebuah harapan kolektif agar DJMTD 2025 bukan hanya acara, melainkan sebuah momen bersejarah.

Momentum di mana lahir kader-kader pers mahasiswa baru yang tak hanya cerdas dan lincah, tetapi juga berintegritas tinggi; pembawa obor yang akan menerangi gelapnya perang wacana dengan cahaya kebenaran.

Perjalanan 145 calon jurnalis itu baru saja dimulai, dan langkah pertama mereka telah menggema penuh makna.(rls)