Alumni IMMIM Putra Gelar Workshop Pengelolaan Sampah: Santri Siap Jadi Agen Ekopesantren

Alumni IMMIM Putra Gelar Workshop Pengelolaan Sampah: Santri Siap Jadi Agen Ekopesantren

Makassar, Upeks–Suasana Pondok Pesantren IMMIM Putra tampak berbeda pada Sabtu pagi itu. Tiga orang alumni yang kini aktif dalam berbagai kegiatan pelestarian lingkungan, yakni Akmal, Fajar, dan Wanda, kembali menyapa almamater tercinta dengan misi hijau: mengajak santri bergerak bersama menjaga bumi.

Ketiganya adalah para alumni pesantren IMMIM, yang kini merupakan aktifis lingkungan yang sudah berkiprah internasional. Mereka hadir di pondok IMMIM putra Moncongloe, untuk memberikan workshop pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari program menuju Ekopesantren IMMIM, sebuah upaya nyata untuk mewujudkan pondok yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

Dalam suasana penuh semangat, sebanyak 35 santri mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Mereka diajak memahami bahwa mengelola sampah bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga tanggung jawab moral dan spiritual dalam menjaga ciptaan Allah SWT.

“Lingkungan yang bersih adalah bagian dari keimanan. Dan pesantren harus menjadi contoh,”

ujar Akmal, salah satu pemateri, yang merupakan aktifis lingkungan rappo.id.

 

Para santri belajar langsung teknik pemilahan sampah organik dan anorganik, cara membuat kompos sederhana, hingga strategi daur ulang kreatif yang dapat diterapkan di lingkungan pondok. Lebih dari itu, mereka juga diajak untuk melihat pengelolaan sampah sebagai gerakan sosial dan dakwah hijau untuk mengajak orang lain untuk peduli bumi dengan cara yang bijak dan berkelanjutan.

Menurut Ustadz Sukriadi, pembina ekskul pesantren IMMIM, kegiatan ini merupakan langkah awal dalam mencetak santri menjadi mentor lingkungan, yaitu santri yang kelak dapat menularkan pengetahuannya kepada teman-teman sesama santri dan bahkan ke sekolah-sekolah umum lainnya.

“Kami ingin santri IMMIM bukan hanya cerdas dalam ilmu agama, tapi juga tangguh menjaga lingkungan. Inilah wujud rahmatan lil ‘alamin dalam tindakan nyata,”

ungkap beliau dengan bangga.

Workshop ini menegaskan bahwa pesantren bukan hanya pusat pembinaan akhlak, tetapi juga pusat pembelajaran kehidupan berkelanjutan. Dari tangan-tangan santri, semoga lahir generasi yang tidak hanya mencintai Al-Qur’an, dan memakmurkan masjid, tetapi juga menjaga bumi tempat mereka berpijak.

Dengan semangat Go Green, Go Clean, Go IMMIM, para santri bertekad menjadikan pondok mereka sebagai teladan ekopesantren yang menginspirasi sehijau hatinya, hijau lingkungannya.(rls)