ENREKANG, UPEKS.co.id — Puluhan Massa yang tergabung dalam Solidaritas Enrekang Peduli Indonesia (SEPI) menggelar aksi demo dijalan Poros Enrekang -Toraja, Senin (1/9/25). Para Demonstran yang terdiri dari Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat ini menutup jalan poros dan membakar ban.
Para pendemo ini secara bergantian menyampaikan pernyataan sikap atas berbagai bentuk ketidakadilan, penyalahgunaan kewenangan dan pengkhianatan terhadap amanat konstitusi yang dilakukan oleh Lembaga Negara, khususnya DPR RI dan Polri.
Kali ini aksi demo dipimpin oleh Herman Mangeza sebagai Jendral Lapangan. Para pendemo bergerak dari lampu merah, menuju kantor DPRD dan Polres Enrekang.
Mereka mengatakan sejatinya DPR RI dan Polri adalah dua pilar penting dalam sistem demokrasi konstitusional Indonesia. DPR RI diberi mandat oleh UUD 45 untuk menjadi representasi Rakyat dalam menyuarakan aspirasi, membuat UU serta mengawasi jalannya pemerintahan. Sementara Polri ditugaskan untuk menjaga keamanan, menegakkan hukum, melindungi serta mengayomi masyarakat.
“Namun faktanya hari ini menunjukkan bahwa kedua institusi tersebut semakin menjauh dari Rakyat, bahkan seringkali menjadi instrumen kekuasaan yang menindas Rakyat “. Ujar salah satu orator.
Untuk itu, Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat ini meminta agar DPR RI dibubarkan dan copot Kapolri, hapuskan tunjangan DPR, mendesak Kapolri membebaskan seluruh demonstran yang ditahan diseluruh Indonesia, mendesak DPR mengesahkan RUU perampasan aset, mendesak Kapolri hukum penambrakan Almarhum Affan Kurniawan sesuai hukum yang berlaku. (Sry)

