PLN UIP3B Sulawesi dan Pemkab Takalar Perkuat Kampanye Keselamatan Jaringan Transmisi, Selaras Semangat Hari Kesaktian Pancasila

PLN UIP3B Sulawesi dan Pemkab Takalar Perkuat Kampanye Keselamatan Jaringan Transmisi, Selaras Semangat Hari Kesaktian Pancasila

Takalar, Upeks.co.id – Semarak Hari Kesaktian Pancasila menjadi pengingat pentingnya persatuan dalam menjaga keandalan pasokan listrik di Sulawesi. PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sulawesi menegaskan komitmennya sebagai entitas kelistrikan nasional yang berperan strategis memastikan sistem kelistrikan andal dan aman, melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat.

 

Bacaan Lainnya

Menindaklanjuti semangat tersebut, PLN UIP3B Sulawesi bersama Pemerintah Kabupaten Takalar memperkuat Kampanye Keselamatan Jaringan Transmisi melalui audiensi yang digelar di Rumah Jabatan Bupati Takalar. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memastikan keandalan pasokan listrik sekaligus melindungi keselamatan masyarakat di sekitar jalur transmisi.

 

General Manager PLN UIP3B Sulawesi, Fermi Trafianto, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat adalah prioritas utama.

“Keselamatan masyarakat dan keandalan pasokan listrik adalah prioritas kami. Edukasi dan penertiban kegiatan berisiko, seperti permainan layang-layang, penebangan pohon dekat konduktor, dan pekerjaan konstruksi di bawah jaringan, harus dilakukan bersama pemerintah daerah dan masyarakat,” ujarnya.

 

Sebagai tindak lanjut, PLN memaparkan serangkaian langkah strategis dalam kampanye keselamatan jaringan transmisi.

Langkah pertama adalah Pengamanan Right of Way (ROW), yaitu area sepanjang jalur transmisi yang harus bebas dari aktivitas dan bangunan yang melanggar jarak aman. PLN menekankan pentingnya pemeliharaan rutin, pemantauan vegetasi, serta penegakan aturan agar tidak ada pohon, bangunan liar, atau aktivitas pertanian yang berpotensi menimbulkan gangguan listrik maupun risiko keselamatan.

 

Langkah kedua, Sertifikasi Tapak Tower, dilakukan untuk memastikan seluruh menara transmisi memiliki kepastian legalitas lahan dan dapat dipelihara secara berkesinambungan. Sertifikasi ini bukan sekadar proses administratif, tetapi juga bentuk tanggung jawab PLN dalam menjamin infrastruktur transmisi berdiri di lahan yang sah dan aman.

 

Langkah ketiga adalah Edukasi dan Sosialisasi Masyarakat, yang menjadi kunci keberhasilan kampanye. Melalui program ini, PLN secara aktif menggandeng perangkat desa, tokoh masyarakat, dan sekolah-sekolah untuk menumbuhkan kesadaran kolektif mengenai bahaya aktivitas di sekitar jaringan transmisi.

 

Edukasi dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari penyuluhan langsung, pemasangan rambu peringatan, hingga distribusi materi edukasi yang mudah dipahami masyarakat. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan dapat menjadi mitra utama PLN dalam menjaga keamanan jaringan listrik yang memasok kebutuhan regional.

 

Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, MM, menyambut baik langkah PLN dalam memperkuat kampanye keselamatan jaringan transmisi sebagai upaya menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus melindungi keselamatan warga.

“Kami mengapresiasi komitmen PLN yang terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga jarak aman dari jaringan transmisi. Kesadaran bersama untuk tidak bermain layang-layang, tidak menebang pohon sembarangan, dan tidak mendirikan bangunan di area terlarang sangat penting agar pasokan listrik tetap andal dan lingkungan sekitar jaringan tetap aman,” tegas Bupati Firdaus.

 

Sebagai wujud komitmen nyata, Bupati Takalar juga berkenan membuat video ajakan dan himbauan yang ditujukan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Takalar. Video tersebut berisi pesan penting agar warga bersama-sama menjaga jarak aman dari jaringan transmisi, menghindari aktivitas yang berisiko, dan mendukung kampanye keselamatan ketenagalistrikan yang diinisiasi PLN.

 

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Firdaus menekankan bahwa listrik adalah bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari penerangan rumah, aktivitas belajar anak-anak, hingga mendukung usaha kecil yang menopang ekonomi keluarga. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak bermain layang-layang di dekat jaringan transmisi, tidak menebang pohon atau membiarkannya tumbuh sembarangan di sekitar jalur listrik, serta tidak mendirikan bangunan tanpa mengikuti aturan yang berlaku.

 

“Keselamatan ketenagalistrikan bukan hanya tugas PLN, tetapi tanggung jawab kita bersama. Dengan saling peduli dan menjaga, kita bisa memastikan Takalar selalu terang, selalu nyaman, dan selalu aman,” tegasnya. (*)

Pos terkait