ENREKANG, UPEKS.co.id — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Enrekang terus melakukan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak di seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Enrekang. Kadis DP3A mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi ke semua pihak termasuk Guru dan orang tua agar kekerasan anak di Kabupaten Enrekang dapat di minimalisir.
Dalam kegiatan tersebut Kadis DP3A Dr. Ir. Sulviah Dahaling, ST. MM menggandeng beberapa Lembaga dan Organisasi seperti Unit Perlindungan Perepuan dan Anak (PPA) Polres Enrekang, Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI) dan Komunitas Pemerhati Perempuan Dan Anak Massenrempulu (KP2AM).
Sosialisasi yang dilakukan di Kecamatan Masalle, Kamis (31/7/25) selain di hadiri Kadis DP3A, juga dihadiri Camat Masalle Rusman jalani, SP
Kapolsubsektor Masalle IPDA Talli, Ketua Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI) Magamo dan Ketua Komunitas Pemerhati Perempuan Dan Anak Massenrempulu (KP2AM) Sriati Ningsi.
Camat Masalle menyampaikan terimakasih atas kehadiran DP3A, GNI dan KP2AM melakukan sosialisasi terkait kekerasan anak di Kecamatan Masalle. Rusman Jalani mengatakan kegiatan ini sangat penting agar orang tua dan Guru mengerti peran dan tanggungjawab mereka dalam hal perlindungan anak.
“Saya atas nama masyarakat Kecamatan Masalle menyampaikan terimakasih atas kegiatan yang dilakukan oleh Ibu Kadis. Sosialisasi pencegahan terhadap kekerasan anak sangat penting agar kami semua mengetahui lebih jauh apa dan bagaimana peran serta keterlibatan kita dalam melakukan pencegahan kekerasan anak”. Kata Rusman Jalani.
Sementara itu, Kadis DP3A Dr. Ir. Sulviah Dahaling menegaskan dampak dan pengaruh buruk kekerasan dalam tumbuh kembang anak. Dia mengatakan anak yang kerap mendapat kekerasan akan tumbuh menjadi pribadi yang rapuh dan lemah.
Untuk itu peran orang tua dan guru adalah bagian penting dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap anak. Orang tua diharapkan mendidik anak-anak mereka dengan penuh kasih sayang dan kesabaran begitu juga Guru di sekolah.
” Saya menyampaikan terimakasih kepada Pak Camat yang sudah mengundang para Kepala Sekolah, Kepala Desa, KUA dan Kepala Puskesmas Kecamatan Masalle untuk duduk bersama membahas bagaimana peran kita dalam upaya pencegahan terhadap kekerasan anak. Ini penting agar kita bisa saling berkolaborasi menurunkan angka kekerasan anak di Kabupaten Enrekang. Satu hal yang perlu saya sampaikan dampak dari kekerasan yang sering dialami oleh anak-anak kita akan mempengaruhi perkembangan jiwanya sampai dia tumbuh dewasa dan ini akan berdampak pada masa depan anak”. Kata Kadis DP3A Dr. Ir. Sulviah Dahaling.
Ketua KP2AM Kabupaten Enrekang, Sriati Ningsi meminta kepada masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan kasus kekerasan anak terjadi di daerahnya baik itu kekerasan fisik maupun kekerasan seksual anak. Dia mengatakan ini penting untuk melindungi anak agar tidak mengalami trauma yang akan mempengaruhi psikologis mereka.
Ketua Yayasan Gugah Nurani Indonesia Magamo mengatakan program GNI dalam menangani kasus kekerasan anak lebih spesifik kepada pemenuhan kebutuhan anak-anak kurang mampu. Selamat lebih 10 tahun program ini berjalan di Kabupaten Enrekang, ratusan anak-anak telah mendapatkan bantuan dari GNI baik itu pemenuhan kebutuhan hidup seperti air bersih maupun kebutuhan sekolah mereka. (Sry)

