Unismuh Wisuda 1.376 Lulusan, Rektor: Kokohkan Kampus sebagai Mercusuar Peradaban dari Timur Indonesia

Unismuh Wisuda 1.376 Lulusan, Rektor: Kokohkan Kampus sebagai Mercusuar Peradaban dari Timur Indonesia

Makassar, Upeks– Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mewisuda 1.376 lulusan pada Wisuda ke-85 Sabtu, 21 Juni 2025.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Sidang Muktamar, Kampus Unismuh, oleh Rektor Dr. Abd. Rakhim Nanda disebutkan, pencapaian saat ini adalah bagian dari Roadmap Unismuh, yakni menuju Universitas Riset dan Bereputasi Internasional 2024–2028, dan mengokohkan kampus sebagai mercusuar peradaban dari timur Indonesia.

Bacaan Lainnya

“Pada fase sebelumnya, periode 2020-2024, Unismuh telah membuktikan pencapaian Kampus unggul dan bereputasi nasional dengan akreditasi Unggul dari BAN PT pada awal 2024,”ungkap rektor.

Menariknya, pada fase 2024-2028, indikator menuju kampus bereputasi internasional telah terwujud dalam 10 bulan pertama sejak pelantikan rektor Unismuh pada Agustus 2024 lalu.

Pencapaian itu mendapat apresiasi dari Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IX, Sekretaris Kopertais Wilayah VIII, dan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel yang juga turut hadir memberi motivasi kepada para wisudawan.

Dalam wisuda berbagai program studi dan jenjang pendidikan. Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) terbanyak melaporkan dengan 350 lulusan, disusul Fakultas Agama Islam (FAI) sebanyak 268 lulusan, dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sebanyak 267 lulusan.

Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) menyumbang 172 lulusan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) sebanyak 110 lulusan, Fakultas Pertanian meluluskan 70 orang, Fakultas Teknik sebanyak 63 orang, dan Pascasarjana menyumbang 76 lulusan dari program magister dan doktoral.

Berdasarkan jenjang pendidikan, mayoritas lulusan berasal dari program Sarjana (S1) dengan jumlah 1.267 orang. Kemudian disusul oleh Magister (S2) sebanyak 69 orang, Profesi Dokter sebanyak 27 orang, serta masing-masing 7 lulusan dari jenjang Diploma (D3) dan Doktor (S3).

Dari 1.376 total lulusan, sebanyak 1.042 meraih predikat cum laude dengan IPK rata-rata 3,64.

Unismuh Makassar juga menetapkan delapan wisudawan terbaik dari berbagai fakultas dalam Wisuda ke-85. Penetapan ini dibacakan oleh Wakil Rektor I Unismuh, Prof Andi Sukri Syamsuri.

Delapan nama tersebut berasal dari tujuh fakultas sarjana dan program pascasarjana. Dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, terpilih Rizka Awwaliyah Tajuddin, mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter, yang menyelesaikan studi selama 3 tahun 6 bulan dengan IPK 3,93 dan nilai rata-rata 91,038. Ia berasal dari Bima, Nusa Tenggara Barat.

Dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Hasmayanti dari Program Studi Ilmu Komunikasi meraih IPK 3,92 dengan nilai rata-rata 93,425 dalam masa studi 3 tahun 8 bulan. Ia berasal dari Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Fakultas Ekonomi meluluskan Muh. Anwar dari Program Studi Ekonomi Pembangunan sebagai wisudawan berprestasi dengan IPK 3,84 dan nilai rata-rata 89,067 dalam waktu studi 4 tahun. Sementara dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Hilmy Hafidah dari Program Studi PGSD mencatatkan IPK 3,99 dan nilai rata-rata 95,663, menyelesaikan studi dalam 3 tahun 8 bulan. Ia berasal dari Kabupaten Takalar.

Dari Fakultas Teknik, terpilih Awaluddin Dapubeang dari Program Studi Arsitektur dengan IPK 3,90 dan nilai rata-rata 88,48. Ia berasal dari Lembata, Nusa Tenggara Timur. Fakultas Agama Islam meluluskan Roslinda dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah sebagai wisudawan terbaik dengan IPK 3,99 dan nilai rata-rata 89,067. Ia berasal dari Kabupaten Enrekang.

Sementara itu, Erwin Arfah dari Program Studi Agribisnis ditetapkan sebagai wisudawan terbaik Fakultas Pertanian. Ia menyelesaikan studinya dalam waktu 3 tahun 6 bulan dengan IPK 3,90 dan nilai rata-rata 90,583.

Perwakilan dari Pascasarjana adalah Patahuddin dari Program Studi S3 Pendidikan. Ia mencatatkan IPK sempurna, yakni 4,00, dan ditetapkan sebagai salah satu dari delapan lulusan berprestasi universitas. Ia berasal dari Kabupaten Bone.

Dari keseluruhan nama tersebut, tiga orang ditetapkan sebagai Wisudawan Berprestasi Tingkat Universitas. Hilmy Hafidah ditetapkan sebagai peringkat pertama, disusul Hasmayanti sebagai peringkat kedua, dan Roslinda di peringkat ketiga. Ketiganya dipilih berdasarkan keunggulan akademik, keaktifan organisasi, kontribusi sosial, serta pemahaman nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Hilmy Hafidah, sebagai peringkat pertama, juga diberikan prioritas untuk diangkat menjadi dosen tetap di lingkungan Unismuh setelah menyelesaikan studi S2. Ia diberi keistimewaan untuk melanjutkan studi ke kampus manapun, baik dalam maupun luar negeri, dengan biaya dari Unismuh Makassar.

Adapun Hasmayanti dan Roslinda, juga diberi beasiswa S2 di Program Pascasarjana Unismuh, dan diberi prioritas untuk diangkat menjadi dosen setelah menyelesaikan studi lanjut tersebut.

Pesan Ketua PWM Sulsel

Dalam kesempatan itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Prof Dr KH Ambo Asse, M.Ag., mengingatkan para wisudawan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar bahwa prosesi wisuda bukanlah titik akhir perjalanan, melainkan awal perjuangan di tengah masyarakat.

“Wisuda hari ini bukan yang terakhir, tetapi baru memulai perjuangan,” ujar Prof Ambo saat menyampaikan sambutan pada Wisuda ke-85 Unismuh Makassar di Balai Sidang Muktamar Kampus Unismuh.

Prof Ambo juga menyinggung capaian Unismuh yang telah menapaki usia 62 tahun. Ia menyebut bahwa perjalanan panjang ini telah membuahkan hasil yang membanggakan, termasuk keberhasilan Unismuh masuk dalam pemeringkatan perguruan tinggi dunia.

“Kita patut bersyukur atas semua pencapaian ini. Sebagaimana firman Allah: la’in syakartum la’azidannakum — jika kalian bersyukur, maka nikmat akan ditambah,” tuturnya.

Kepada para lulusan, Prof Ambo berpesan agar ilmu yang diperoleh tidak hanya menjadi bekal duniawi, tetapi juga berpadu dengan nilai-nilai keislaman. Ia menekankan pentingnya menjaga akhlak, kejujuran, keikhlasan, dan kesabaran sebagai ciri pribadi muslim yang beriman.

Bagi para lulusan, Prof Ambo mendesak bahwa pengetahuan yang diperoleh tidak hanya menjadi pasokan duniawi, tetapi juga mengintegrasikan nilai -nilai Islam. Ini menekankan pentingnya mempertahankan moral, kejujuran, ketulusan, dan kesabaran sebagai karakteristik pribadi dari mempercayai Muslim.

“Unismuh membekali mahasiswanya dengan pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Jadikan itu sebagai fondasi hidup,” tegasnya.

Lebih lanjut, Prof Ambo mengingatkan pentingnya menjaga nama baik almamater, agama Islam, dan Persyarikatan Muhammadiyah. Alumni Unismuh, katanya, tidak boleh terlibat dalam perilaku yang bertentangan dengan prinsip aqidah, akhlak, ibadah, dan muamalah.

Ia mengutip pesan Imam Syafi’i bahwa kehidupan dunia dan akhirat yang baik hanya dapat diraih melalui perpaduan antara ilmu dan iman. “Setinggi apapun ilmu seseorang, jika imannya lemah, bisa terjerumus dalam perbuatan tercela, seperti korupsi,” ucapnya.(*)