Makassar, Upeks—Jemaah haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (kloter) 41 Embarkasi Makassar, harus masuk asrama haji Sudiang menjalani karantina lebih cepat dari jadwal.
Hal itu terjadi, karena jemaah di kloter yang diisi 18 kabupaten/kota di Sulsel ini harus bergabung dengan jemaah kloter 61 JKG. Sesuai jadwal, kloter 41 masuk asrama Haji Sudiang, Sabtu (30/5/2025) dan terbang (31/5/2025).
Akibat perubahan jadwal, kloter yang juga 34 jemaah pengisi kuota tambahan dari provinsi lain yang masuk cadangan lunas masuk asrama dua hari lebih cepat, tepatnya Rabu (28/5/2025) dan terbang Kamis (29/5/2025).
Sejumlah Jemaah yang ditemui terkait jadwal lebih cepat tidak mempersoalkannya. Sebaliknya, mereka senang karena sudah ada kepastian menunaikan ibadah haji.
Jemaah asal Kabupaten Gowa, Andi Arif Simping mengaku sangat senang dengan jadwal ini. Karena sejujurnya, kata dia, sudah menyiapkan diri sejak dini.
“Saat pemberangkatan kloter pertama, sudah ada pemberitahuan bakal ada perubahan jadwal dan dimajukan,”ujarnya.
Kepala Penyelenggara Seksi Haji dan Umrah (PHU) Kabupaten Gowa H Alim Bahri, terkait perubahan jadwal pemberangkatan juah hari sudah disampaikan kepada jemaah melalui grup whatshaap kemungkinan perubahan jadwal pada kloter-kloter akhir.
“Bahkan kami sudah sebelumnya sempat menyurat ke kesra (pemkab Gowa) untuk dilepas bupati. Tapi dikarena berangkar cepat tidak ada pelepasan. Itu sudah dikoordinasikan,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan plt Kasi Haji Kabupaten H Ahmad Yani, perubahan tidak dipersoalkan jemaah karena sudah mengetahuinya. “Tidak ada masalah karena sudah disampaikan bahwa kloter terakhir iru tentatif, entah jadwalnya ataupun jumlah jemaahnya” katanya.
Adapun jemaah asal Kabupaten Takalar Dahlan Wahid. Dia mengaku senang, apalagi jadwalnya baru berangkat tahun depan, karena masuh jemaah cadangan lunas untuk berangkat.
“Sebenarnya saya mempersiapkan diri tahun depan. Tapi, Alhamdulillah sudah dipanggil berangkat senang sekali,”ungkapnya.
Jemaah cadangan lunas lainnya yang berangkat kloter 41 dari Kabupaten 41, datang dari Kabupaten Sidrap Darmawati Jamaluddin. “Alhamdulillah bersyukur karena sudah bisa berangkat. Apalagi berangkat dengan sepupu Kasmiati binti Lakatopalu,” ucapnya. Segalanya sudah disiapkan dari awal saat mendaftar.
Sementara Kepala Kantor Kemenag Barru H Jamaruddin, menyambut baik masuknya salah seorang Jemaah Barru sebagai pengisi kekosongan di kloter 41, kendati jadwalnya harus dimajukan.
Menurutnya, ini merupakan bukti nyata komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang telah lama menanti giliran berhaji.
“Kami dari Kementerian Agama Kabupaten Barru turut bersyukur dan bangga karena satu lagi warga kita mendapat kesempatan untuk menjadi tamu Allah SWT,”ungkapnya.
Sedangkan Nanting Ali Tanca, Jemaah Barru yang mendapat kesempatan mengaku sangat bersyukur dan tidak menyangka bisa berangkat tahun ini.
“Setelah sekian lama menunggu, akhirnya Allah SWT mengabulkan doa saya. Terima kasih kepada Kementerian Agama Kab. Barru yang telah membimbing dan mendampingi saya sejak proses administrasi hingga hari keberangkatan,”bebernya.
Kabupaten Bantaeng dengan menunggu waktu terlama, mendapat tambahan empat Jemaah. Bahkan Kepala Kemenang Bantaeng H Ahmad Jailani mendampingi langsung jemaahnya ke Asrama Haji Sudiang.
“Ini bentuk komitmen dan perhatian nyata terhadap layanan dan kenyamanan jemaah, terlebih bagi mereka yang berangkat di gelombang akhir dengan waktu persiapan yang cukup singkat,” jelasnya.
Keempat jemaah tersebut merupakan jemaah pengganti yang ditetapkan menggantikan calon jemaah sebelumnya yang batal berangkat karena meninggal dunia maupun kendala kesehatan dan administrasi.
Pihak Kemenag Bantaeng melalui Seksi PHU juga memastikan bahwa keempat jemaah ini telah mengikuti bimbingan intensif dan siap secara administratif maupun spiritual untuk melaksanakan ibadah haji. Kehadiran pimpinan Kemenag dalam proses pengantaran ini sekaligus menjadi simbol pelayanan yang paripurna dan penuh tanggung jawab.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh jemaah, tanpa terkecuali, mendapatkan perhatian yang sama, baik dalam hal layanan, pembinaan, maupun pengawalan keberangkatan,” tambah Kasi PHU Kemenag Bantaeng, H. Muhammad Tahir. (*)

