MAKASSAR, UPEKS.co.id — Calon Walikota Palopo pada Pemilihan Suara Ulang (PSU) Pilkada Palopo, Putri Dakka, merespons dan angkat bicara usai dilaporkan di Polda Sulsel atas dugaan penipuan iming-imingi umrah murah.
Putri Dakka mengatakan, semua berhak melapor ketika tidak sabar. Tapi, tidak semua laporan sesuai dugaan dan kemauannya. Buat yang refund (pengembalian dana), bersabar dengan proses.
“Namun jika jalan baiknya melakukan pelaporan silahkan, ada proses itu dan lebih baik ketimbang buat isu dan bijak bersosial media, “ucap Putri Dakka, Rabu (19/3/2025) malam.
Putri Dakka menjelaskan, agar bisa memahami proses bahwa program ini adalah program kebaikan memudahkan. Namun persoalan siapa yang dipanggil lebih awal berangkat, itu kuasa Allah SWT.
“Ada juga yang kita berangkatkan lebih awal tiba tiba sakit. Jadi semua kehendak Allah. Jadi kita harus sabar dengan proses, kita ikuti alurnya senyamannya dan jamaah mau seperti apa, dialur mana kita ikuti, “terangnya.
“Namun kita liat proses perjalanannya. Umrah sudah berangkat 147 jamaah. Buat yang belum berangkat harap bersabar, karena konsep sedekah tunggu rejeki masuk lagi, baru kita berangkatkan lagi, “sambungnya.
Diberitakan sebelumnya, Putri Dakka dilaporkan oleh Salahuddin (39) di Polda Sulsel atas dugaan penipuan dan penggelapan dengan iming-iming pemberangkatan ibadah umrah murah.
Salahuddin yang merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Papua tesebut, rela datang jauh-jauh ke Makassar untuk melapor langsung ke SPKT Polda Sulsel dengan Laporan Polisi Nomor: STTLP/B/248/III/2025/SPKT/POLDA SULAWESI SELATAN tanggal 18 Maret 2025.
Warga asal Kabupaten Bulukumba ini, mengatakan bahwa dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan Putri Dakka terkait dengan paket umrah murah yang ditawarkan pada awal September 2024 lalu.
“Pada saat itu dia (Putri Dakka) live di sosial media, buka program umroh subsidi, per orangnya Rp16 juta, dan dijanjikan pemberangkatan pada 27 November 2024,” kata Salahuddin, Selasa (18/2/2025) malam.
Dari live tersebut, kata Salahuddin, dirinya lalu mendaftar untuk total tiga kursi yang ditawarkan langsung oleh Putri Dakka. Salahuddin kemudian membayarkan uang sebesar Rp47 juta.
“Saya bayar itu karena yang berangkat tiga orang, saya dengan keluarga. Itu dijanjikan pemberangkatan 27 November 2024 sesuai yang ditawarkan langsung Putri Dakka waktu live,” ucap Salahuddin.
Setelah itu, lanjut Salahuddin, begitu akan tiba waktu pemberangkatan sesuai yang dijanjikan, dirinya kaget mendapatkan kabar dari pihak Putri Dakka bahwa ada pengunduran. Saat itu dirinya dijanji akan berangkat pada 9 Desember 2024.
“Kemudian dia tunda lagi 30 Desember 2024, disitu saya putuskan untuk ajukan refund (pengembalian dana) yang dijanji akan dilakukan Putri Dakka nanti 30 Januari 2025,” jelas Salahuddin.
Selama ini, Salahuddin mengaku sudah mencoba menghubungi Putri Dakka, namun usahanya itu sia-sia. Baik admin, maupun Putri Dakka yang coba dihubunginya tak pernah memberikan respons yang baik.
Adapun jika direspon, Salahuddin mengaku selalu dijanji pekan depan. Janji itu disebut hanya sebatas janji, karena tak kunjung ditepati hingga sekarang, atau hingga melapor ke Polda Sulsel.(Jay)

