Penulis: Mohamad Kashuri, S.Si., Apt., M.Farm (Deputi II BPOM RI)
RAMADHAN telah memasuki 10 hari terakhir, momen penuh berkah di mana umat Islam berupaya meningkatkan ibadah dan menjaga kesehatan agar dapat menyempurnakan puasa hingga akhir. Namun, di tengah semangat ini, maraknya iklan suplemen kesehatan ilegal yang beredar secara daring menjadi ancaman serius. Produk-produk ini sering diklaim mampu meningkatkan stamina, menjaga daya tahan tubuh, hingga membuat tubuh tetap segar selama berpuasa. Sayangnya, tidak semua produk tersebut aman dan telah mendapat izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Mengonsumsi suplemen tanpa izin resmi dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius.
Suplemen kesehatan ilegal sering kali diiklankan dengan klaim berlebihan, seperti “langsung bugar setelah sahur” atau “energi tahan seharian tanpa lemas.” Iklan semacam ini biasanya disertai testimoni yang tampak meyakinkan, tetapi tanpa dasar ilmiah yang jelas. Beberapa ciri khas suplemen ilegal yang perlu diwaspadai adalah tidak memiliki nomor registrasi BPOM, mengandung komposisi yang tidak jelas, dijual dengan harga yang tidak wajar, serta menawarkan efek instan yang sebenarnya tidak realistis. Produk semacam ini berisiko mengandung bahan berbahaya seperti steroid, bahan kimia sintetis, atau zat aktif dalam dosis yang melebihi batas aman, yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti kerusakan hati, ginjal, atau bahkan reaksi alergi yang fatal.
BPOM memiliki peran penting dalam memastikan keamanan, khasiat, dan mutu produk suplemen yang beredar di Indonesia. Setiap suplemen kesehatan yang terdaftar telah melalui serangkaian evaluasi yang ketat untuk memastikan tidak mengandung bahan berbahaya serta diproduksi sesuai standar kesehatan. Tanpa pengawasan yang memadai, suplemen kesehatan ilegal bisa saja mengandung zat beracun atau takaran bahan aktif yang tidak sesuai, yang pada akhirnya dapat merugikan konsumen. Untuk mengatasi peredaran suplemen kesehatan ilegal yang semakin marak, terutama di platform digital, BPOM telah mengembangkan kebijakan inovatif guna meningkatkan efektivitas pengawasan.
Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah penguatan sistem Digital Monitoring dan Artificial Intelligence (AI) Surveillance yang mampu mendeteksi peredaran produk ilegal di e-commerce dan media sosial secara otomatis. Teknologi ini memungkinkan BPOM untuk secara proaktif mengidentifikasi iklan suplemen ilegal dan bekerja sama dengan platform digital untuk segera menurunkannya. Selain itu, BPOM juga menggencarkan program “Klik BPOM”, sebuah inovasi yang memungkinkan masyarakat mengecek keaslian produk dengan mudah melalui pemindaian kode QR di kemasan atau melalui aplikasi resmi BPOM. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam memastikan keamanan produk yang mereka konsumsi.
Di sisi lain, BPOM juga memperketat regulasi terhadap pelaku usaha dengan menerapkan sertifikasi ketat bagi produsen dan distributor suplemen kesehatan. Penerapan standar produksi berbasis Good Manufacturing Practices (GMP) kini menjadi syarat utama bagi perusahaan yang ingin memasarkan produknya di Indonesia. Untuk meningkatkan kesadaran konsumen, BPOM secara aktif menggelar kampanye edukasi “Cek KLIK” (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) melalui berbagai kanal media, termasuk televisi, radio, dan media sosial, terutama menjelang bulan Ramadhan ketika konsumsi suplemen kesehatan meningkat.
Untuk menjaga kesehatan selama Ramadhan tanpa terjebak dalam bahaya suplemen kesehatan ilegal, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan. Pertama, selalu periksa nomor izin BPOM sebelum membeli suplemen, yang dapat dicek melalui situs resmi BPOM atau aplikasi “BPOM Mobile.” Kedua, pastikan membeli produk dari sumber terpercaya, seperti official store atau apotek resmi. Ketiga, konsultasikan kebutuhan suplemen kesehatan dengan tenaga medis agar mendapatkan rekomendasi yang aman dan sesuai dengan kondisi tubuh. Keempat, perhatikan komposisi produk dan hindari suplemen kesehatan dengan kandungan yang mencurigakan atau tidak dijelaskan secara rinci. Terakhir, utamakan pola makan sehat sebagai sumber utama nutrisi, karena makanan alami tetap menjadi cara terbaik untuk menjaga daya tahan tubuh selama Ramadhan.
Menjelang akhir Ramadhan, menjaga kesehatan tetap menjadi prioritas agar ibadah dapat dijalankan dengan optimal. Namun, kewaspadaan terhadap suplemen kesehatan ilegal juga harus ditingkatkan, mengingat banyaknya produk yang beredar di pasaran dengan klaim yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Dengan adanya kebijakan inovatif BPOM dalam pengawasan digital, sertifikasi ketat, serta edukasi kepada masyarakat, diharapkan konsumen menjadi lebih terlindungi dan semakin cerdas dalam memilih produk kesehatan. Dengan begitu, kita dapat menjalani ibadah dengan tubuh yang sehat, bugar, dan terhindar dari risiko yang tidak diinginkan. Mari bersama-sama mendukung upaya BPOM dalam menjaga keamanan Obat dan Makanan, serta membangun kesadaran kolektif untuk menghindari suplemen kesehatan ilegal demi kesehatan yang lebih baik.(*)

