MAKASSAR, UPEKS.co.id — Pemerintah terus menunjukkan komitmen membantu siswa kurang mampu. Program terbaru, Peduli Pendidikan, menggambarkan penerapan Restorative Justice (RJ) secara nyata dalam dunia pendidikan.
Program ini diinisiasi oleh Cabang Kejaksaan Negeri Cabjari) Makassar di Pelabuhan Makassar, yang tergerak dari kasus sederhana namun bermakna.
Kasus ini bermula dari IS, seorang tukang becak motor (bentor) yang tidak sengaja menemukan sebuah ponsel di becak motornya. Dia membawanya pulang dan memberikan ponsel tersebut kepada anaknya untuk keperluan ujian.
Namun, niat baik ini justru berakhir dengan pelaporan ke polisi oleh pemilik ponsel. Setelah melihat kondisi keluarga IS, Ady Haryadi Annas, selalu Kepala Cabjari Pelabuhan Makassar, memutuskan menyelesaikan kasus ini melalui pendekatan RJ.
“Pendekatan RJ ini, untuk menghindari proses hukum panjang dengan fokus pada mediasi dan pemulihan, “kata Kepala Cabjari Pelabuhan Makassar, Ady Haryadi Annas, Jumat (15/11/2024).
Bukan hanya selesai dengan kasus ini, kejadian tersebut malah melahirkan dorongan lebih besar untuk membantu. Ady Haryadi Annas bersama Kejati Sulsel memulai program Peduli Pendidikan untuk membantu siswa kurang mampu di SMPN 22 Makassar, di mana anak IS bersekolah.
Wakil Kepala SMPN 22 Makassar, Nurhaedah, merasa sangat terbantu. Dengan total 1.209 siswa dari 32 rombongan belajar di kelas 7 hingga 9, banyak siswa yang membutuhkan uluran tangan.
“Bantuan ini sangat bermanfaat untuk siswa kami,” ungkapnya, menunjukkan betapa pentingnya dukungan semacam ini di tengah siswa dari keluarga yang kondisi ekonominya kurang memadai.
Program ini tidak hanya menjadi bantuan ekonomi, tetapi juga contoh nyata bagaimana pendekatan Restorative Justice mampu merangkul masyarakat bawah.
Alih-alih sekadar memberi sanksi, RJ memberikan solusi yang manusiawi, dengan melibatkan komunitas sekitar untuk memberikan kesempatan lebih baik bagi siswa yang membutuhkan.
Dengan program Peduli Pendidikan, Kejati Sulsel dan Cabjari Pelabuhan Makassar berharap agar bantuan ini bisa menjadi inspirasi bagi institusi lain untuk terus peduli terhadap pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.(Jay)




