Ipda Purwanto, Pertanian Ramah Lingkungan, dan Swasembada Pangan

Ipda Purwanto, Pertanian Ramah Lingkungan, dan Swasembada Pangan

BANTAENG, Upeks.co.id — Ketika Program Swesembada Pangan mulai di gencarkan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subiyanto. Salah seorang personil Polres Bantaeng Polda Sulsel, Ipda Purwanto yang juga Wakapolsek Pajukukang, Punya misi khusus mengubah keadaan dengan konsep pertanian ramah lingkungan dan berbasis kemandirian yang pada muaranya mewujudkan swasembada pangan.

Misi tersebut muncul dibenaknya, ketika kegelisahan perwira polisi itu saat menyaksikan sulitnya petani mengembangkan hasil tani.

Bacaan Lainnya

Saat masih di Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan Ipda Purwanto adalah penerima Hoegeng Awards 2022 Kategori Polisi Berdedikasi Saat itu ada sekitar 67.800 personil polisi yang mengikuti. Bagaimana Dia intes dari tahun 2016 bersama Rumah koran dgn ketua Pok Tani Rumah koran Pak Jamaluddin Abu membina Kampung sayur Organik di Kanreapia – Tombolo Pao kab Gowa, membagikan gratis pupuk organik hayati cair dan bersama-sama petani melakukan sedekah sayur ( total ada 120 ton) kepada 100 lebih panti asuhan, pondok pesantren, kaum duafa dan daerah-daerah yang terdampak bencana alam di Propinsi Sulsel, Sulbar dan Sulteng.

Alhasil, Kini Kampung Sayur Organik menjadi kenyataan tumbuh sebuah harapan bagi masa depan petani lokal, Tepatnya Di Dusun Bonto Jonga, Desa Pa’bumbungang, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Ipda Purwanto yang mengakui dirinya
berlatar belakang sebagai anak petani membuatnya paham akan berbagai tantangan yang dihadapi petani.

“Pernah merasakan suka duka sebagai petani dan kendala budi daya yang sering mereka hadapi”, Ucap Purwanto Senin, 4 November 2024.

Dia juga mengatakan ikut prihatin karena terkadang hasil panen petani kurang maksimal, padahal menurutnya sudah keluar banyak modal.

Alasan tersebut sehingga dirinya tergerak membantu petani meningkatkan hasil pertanian melalui pendekatan organik. Dengan memanfaatkan keahliannya dalam membuat hayati cair berbasis mikroba, dia menggulirkan Kampung Sayur Organik diatas lahan sekitar 20 hektare dengan menerapkam Pupuk Hayati Cair Kunci Pertanian Organik
pada lahan milik warga setempat.

Dengan jarak tempuh sekitar 45 kilometer dari tempatnya bertugas, tak menjadi penghalang bagi Ipda Purwanto yang rutin menyambangi lokasi yang dihuni sekitar 40 kepala keluarga (KK) bisa mengembangkan lahan pertanian mereka dengan baik.

Dirinya tergerak untuk mencoba untuk membantu para petani. Salah satunya dengan bekal kemampuannya mengembangkan untuk membuat pupuk organik hayati cair berbasis mikroba.

“Untuk meningkatkan produksi pertanian sekaligus mengembalikan kesuburan tanah yang ada sehingga petani bisa lebih sejahtera dan lahan tetap produktif,” Ungkap Purwanto

Dia memaparkan, Kampung Sayur Organik tersebut dibangun dengan kerja sama dengan Rumah Koran di Desa Kanreapia, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, yang turut memberi arahan dalam pengembangan metode bertani organik.

Diketahui, Sebelum pindah tugas di Bantaeng, Ipda Purwanto yang sebelumnya merupakan anggota satuan Brimob Polda Sulsel memang turut dalam pendampingan petani di Kanreapia.

Ipda Purwanto menambahkan, sudah sering berbagi ide dengan beberapa kelompok tani yang tersebar di 24 kabupaten/kota di Sulsel. Daerah itu di antaranya Kabupaten Bulukumba, Takalar, Jeneponto, hingga Enrekang. Dimana pendampingan yang dilakukan Ipda Purwanto meliputi pembagian pupuk cair dan edukasi.

Dia juga mengakui selalu membagikan pupuk hayati cairnya ke petani-petani untuk dipakai di lahan-lahan pertaniannya mereka.

“Saya bagikan gratis sejak 2016 sampai sekarang di beberapa kelompok tani kita. Mulai bimbing cara pakainya, cara semprotnya, jam berapa. Sampai panen,” Tuturnya.

Menurutnya, Beberapa jenis sayuran yang ditanam di Kampung Sayur Organik, seperti kentang, wortel, seledri, dan cabai.

“Tanaman ini dipilih karena sesuai dengan kondisi tanah dan ketinggian lokasi yang berada di atas 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl). Para petani mengikuti pola tanam yang disesuaikan dengan musim, meminimalkan risiko penyakit yang bisa merugikan hasil panen”, Tambahnya.

Manfaat Sosial dan Ekonomi
Selain memperkaya tanah dengan nutrisi yang seimbang, Kampung Sayur Organik juga memberikan dampak positif bagi kesejahteraan warga.

Hasil panen yang meningkat membuat para petani lebih mandiri dan berbagi dengan membutuhkan. Termasuk menyuplai sayuran segar ke panti asuhan dan daerah terdampak bencana.

Kapolres Bantaeng, AKBP Nur Prasetyantoro Wira Utomo, SIK., MJ,
melalui Ipda Purwanto, Bahwa apa yang dilakukan oleh personil polres Bantaeng adalah bagian dari membantu petani untuk lebih produktif dengan kembali mengembangkan pertanian organik.

“Tujuan utamanya supaya hasil budi
daya petani meningkat, baik mutu dan kuantitasnya serta mempertahankan keberlangsungan lahan supaya bisa terus produktif berkelanjutan dengan peningkatan hasil yang lebih banyak dan berkualitas,” Ungkapnya.

Menurutnya, langkah tersebut dapat berperan untuk memenuhi kebutuhan pasar konsumen dan petani semakin mandiri untuk mendukung swasembada pangan, selain itu diharapkan Kampung Sayur Organik menjadi penopang sayuran, baik untuk Sulsel maupun provinsi lain. Salah satu targetnya adalah menjadi pemasok utama sayuran Ibu Kota Nusantara (IKN) di masa depan.(rls)