MAKASSAR, UPEKS.co.id — Belasan anak remaja diamankan anggota Polsek Manggala setelah kedapatan sedang pesta miras (miras) jenis Ballo, di Pinggir Jl Inspeksi Kanal Antang, Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Minggu (3/11/2024) dinihari.
Mereka diamankan aparat kepolisian, setelah adanya aduan masyarakat. Setelah menerima aduan masyarakat, personel Polsek Manggala langsung bergerak menuju lokasi yang dimaksud.
“Alhasil anggota menemukan kelompok anak remaja sedang asik minum miras jenis Ballo di pinggir kanal Jl Inspeksi PAM Wilayah Kelurahan Antang. Kami amankan 13 orang anak, “ujar Kapolsek Manggala Kompol Samuel To’Longan, Minggu (3/11/2024).
13 anak tersebut masing-masing berinisial SOL (15), pelajar Kelas 1 SMK di Makassar. MDN (17), pelajar kelas 3 SMA. MAH (16), pelajar kelas 3 SMA. MA (15), pelajar kelas 1 SMA. MAJ (16) pelajar kelas 2 SMK dan IS (20), pelajar kelas 3 SMA.
Kemudian, MR (14), pelajar kelas 1 SMA. STM (17) pelajar kelas 2 SMA, MID (13) pelajar kelas 1 SMP. MMI (21) seorang mahasiswa. MF (19), wiraswasta. AAS (19) pekerjaan tidak ada dan MA (14), pelajar kelas 3 SMP.
Belasan anak tersebut ucap Samuel, pihaknya amankan di Mapolsek beserta sisa miras sekitar 20 liter yang ditemukan di lokasi. Mereka diamankan untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut.
“Berdasarkan hasil pendataan, sembilan anak diantaranya mereka masih duduk di bangku sekolah. Satu mahasiswa dan dua pengangguran,”ucap mantan Kabag SDM Polres Pelabuhan Makassar ini.
Tidak sampai disitu, setelah diberikan bimbingan dan imbauan, masing-masing orang tua dihadirkan dan berikan arahan. Dimana agar para orang tua, lebih meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anaknya.
“Sebelum dipulangkan, ke 12 remaja tersebut diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Mereka disaksikan langsung oleh para orangtua dan kerabatnya yang hadir di Mapolsek, “terang Samuel.
Kompol Semuel To’Longan mengatakan, aktifitas anak dibawah umur tersebut sungguh sangat disayangkan. Jika diusia belia mereka sudah terpengaruh konsumsi miras, selain tidak baik buat kesehatan tentu juga akan memberikan dampak buruk bagi perilaku mereka kedepannya.
“Olehnya itu, kami mengajak mari bersama-sama peduli, bagaimana peran penting orangtua, lingkungan masyarakat serta lingkungan sekolah. Semua mesti turut bertanggungjawab, karena masa depan anak menentukan masa depan bangsa. Jika masih remaja saja sudah rusak, bagaimana nantinya?”.(Jay)

