Kuala Lumpur, Upeks.co.id — Dalam rangka memperkuat diplomasi budaya dan memperluas jangkauan pendidikan keterampilan berbasis warisan tradisional, Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) menjadi tuan rumah kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Internasional yang berlangsung dari tanggal 9 hingga 14 Agustus 2024.
Kegiatan ini diinisiasi oleh tim dosen Universitas Negeri Makassar (UNM) sebagai bentuk kontribusi akademisi dalam pelestarian seni budaya nusantara sekaligus penguatan keterampilan fungsional bagi generasi muda di luar negeri.
Salah satu agenda dalam program ini adalah pelatihan pembuatan dompet bermotif Pinisi, kapal legendaris dari Sulawesi Selatan, yang diaplikasikan menggunakan teknik slashquilt. Teknik ini merupakan perpaduan antara kerajinan tekstil dan seni dekoratif yang memiliki nilai estetika dan keterampilan tinggi, serta relevan dengan prinsip pendidikan vokasional yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal.
Kegiatan ini melibatkan tim PKM yang terdiri dari lima dosen yang diketuai oleh Dr. St. Aisyah, M.Pd, dengan anggota Dra. Kurniati, M.Pd, Dr. Ernawati Syaharudding Kaseng, M.TP, Dr. Andi Nur Maidah, S.Pd., M.Pd., dan Nur Hijrah, S.Pd., M.Pd. Program ini juga mendapat arahan langsung dari Ketua LP2M UNM, Dr. Andi Jamilah, M.Sn., dan didukung penuh oleh Rektor UNM, Prof. Dr. Karta Jayadi, M.Sn., melalui koordinasi sekretaris LP2M, Prof. Amirullah Abduh, M.Ed.
Kepala SIKL, Ibu Friny Napasti, S.Pd., M.Pd., menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif para siswa dan guru. Ia menekankan bahwa pelatihan semacam ini tidak hanya menambah keterampilan praktis, tetapi juga memperkaya wawasan budaya serta mempererat hubungan antara komunitas akademik Indonesia dan warga sekolah di lingkungan global.
Antusiasme peserta, baik siswa maupun tenaga pendidik, tercermin dari partisipasi aktif dan umpan balik positif. Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat dilanjutkan secara berkesinambungan, bahkan dengan durasi yang lebih panjang, untuk memberikan dampak psikologis dan edukatif yang lebih signifikan.
Melalui kegiatan PKM ini, diharapkan warisan budaya Indonesia dapat dikenalkan secara luas di lingkungan pendidikan internasional, khususnya dalam konteks pendidikan kreatif dan keterampilan berbasis budaya. Program ini juga menjadi bentuk nyata implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian masyarakat, dalam skala global dan lintas budaya.(rls)
.

