Makkah, Upeks–Pembimbing ibadah Kloter 17 UPG Embarkasi Makassar, Dr. H. Shaifullah Rusmin, Lc, MA mendapat undangan menjadi Khatib Jumat (7/6/2024), di Kantor Sektor 1 Makkah. Untuk diketahui Sektor 1 Makkah membawahi 47 kloter yang umumnya berasal dari Embarkasi Makassar dan berada di Kawasan Syisya.
Shalat Jumat dihadiri ratusan jamaah dan petugas PPIH Arab Saudi dan Kloter dan dilaksanakan di Mushola Hotel 123 Tayeb Hotel.

Dalam khutbahnya, Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kemenag Kota Makassar ini menekankan dua hal.
Pertama, Seluruh Jamaah haji patut mensyukuri karena menjadi bagian tamu Allah pada musim haji tahun ini. Sebagai tamu Allah, tentunya mereka pun akan mendapat layanan dan fasilitas dari Allah SWT yang telah mengundang mereka melalui seruan Nabi Ibrahim AS. Namun satu kunci untuk itu, yaitu niat menunaikan ibadah haji semata-mata hanya karena Allah SWT.
“Tidak mempersekutukan Allah, sebagaimana yang terkandung dalam kalimat talbiyah. Seberapa besar dosa yang pernah dilakukan akan mendapatkan ampunan dari Allah jika benar-benar datang menunaikan haji hanya karena Allah,” ungkapnya.
Kedua, ibadah yang seharusnya dimaksimalkan dalam kesempatan berada di dua tanah suci, tidak terbatas pada ibadah mahdhah, misalnya shalat di Masjidil Haram atau umrah-umrah Sunnah yang terkadang dipaksakan dan dilakukan dengan susah payah. Ibadah dalam agama Islam bahkan juga meliputi ibadah sosial yang terkait dengan muamalah.
Seperti yang pernah disampaikan oleh Rasulullah SAW ketika ditanya tentang amalan yang sangat dicintai Allah, yaitu melakukan amalan atau aktivitas yang mendatangkan kebahagiaan dan menghadirkan senyum dari sesama.
“Di antaranya adalah membantu saudara dari permasalahan atau kesusahannya, memberi makan saudara yang lapar, dan membantu saudara terlepas dari jeratan hutang. Bahkan amalan seperti itu derajatnya melebihi ibadah mahdhah. Sebagaimana disampaikan Nabi SAW di hadis yang diriwayatkan oleh Al Tabrani bahwa Nabi SAW lebih memilih menolong sahabatnya menyelesaikan hajatnya dari pada beri’tikaf selama satu bulan di masjid beliau,” jelasnya.
Hal ini, lanjutnya, menunjukkan ketinggian derajat melakukan amalan yang sifatnya membantu sesama dan memberi manfaat kepada orang lain.
Di akhir khutbah, alumni Universitas Al Azhar ini mengajak jamaah untuk memaksimalkan doa-doa memohon keselamatan dan kesehatan serta kemudahan bagi diri sendiri serta seluruh Jamaah haji Indonesia dalam menjalankan prosesi Arafah, Muzdalifah dan Mina. (*)

